Wednesday, December 2, 2009

Sampaikan Surat, Nekat Terobos Paspampres

SM 10 Juni 2009
image

SM/M Noor Efendi
TEMUI KIAI SAHAL: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono menemui Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud di kediamannya Desa Kajen, Margoyoso, Pati, Selasa (9/6). (30)
PATI- Hanya demi sepucuk surat yang hendak disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seorang anak kecil nekat menerobos barisan pengawal presiden. Alektrika Nurun Nafiah, bocah itu, tak memedulikan ketatnya penjagaan saat itu.
Peristiwa tersebut terjadi ketika SBY bersilaturahmidengan tokoh masyarakat dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa) Pati, kemarin. Mengetahui ada yang menerobos pengawalan, Paspampres dengan sigap mencegah anak itu mendekati orang nomor satu di negeri ini. Namun Alektrika tetap nekat.

SBY yang mengetahui kejadian itu, menghentikan langkahnya ketika hendak memasuki mobil. Dia selanjutnya meminta Paspampres memberikan jalan kepada anak itu untuk bertemu dan bersalaman langsung dengannya.

Menurut Alektrikam, surat yang disampaikan kepada SBY berisi permintaan agar biaya pendidikan murah. Siswi SMP Islam Terpadu Al Masyhur, Kayen, Pati itu memberanikan menulis surat kepada presiden karena priharin atas nasib temannya, Sulastri.
’’Dia anak cerdas dan berprestasi, tapi justru putus sekolah karena tidak punya biaya,’’ katanya.

Terkait dengan masalah biaya pendidikan, menurut SBY, ke depan anggaran pendidikan akan dialokasikan secara adil. Bukan hanya mengutamakan lembaga pendidikan umum, juga lembaga pendidikan Islam maupun pondok pesantren.

Sebelum ke Staimafa, SBY berkunjung ke kediaman Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Presiden bersama Ibu negara Ani Yudhoyono hanya sekitar 15 menit di kediaman pengasuh Ponpes Maslakul Huda itu. Menurut Kiai Sahal, silaturahmi memiliki sejumlah manfaat. Selain menghindari miskomunikasi, dapat sebagai media saling mengingatkan.

Dia juga menjelaskan pentingnya peran pesantren dalam pendidikan dan dakwah kepada masyarakat. Keberadaan pesantren selalu diikuti perubahan dan perbaikan tatanan kemasyarakatan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jangan Memfitnah

Ketika bersilaturahmi dengan 1.000 ulama dan mursyid Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah se-Indonesia, di hotel Gumaya, Jalan Gajahmada Semarang, SBY mengingatkan para ulama tentang pelaksanaan pemilihan presiden yang makin dekat.

’’Mari kita ajak masyarakat untuk mengikuti proses demokrasi dengan baik. Saya menghormati Bapak Jusuf Kalla dan Wiranto. Saya juga menghormati Ibu Megawati dan Pak Prabowo. Tidak baik fitnah-memfitnah, saling menyerang dan hujat-menghujat. Hormati satu dengan yang lain,’’ katanya.

SBY pada kesempatan itu didampingi sejumlah menteri antara lain Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo Muhammad Nuh, Menseskab Sudi Silalahi, Mendiknas Bambang Sudibyo, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan staf khusus Mayjen TNI Kurdi Mustofa.

’’Alhamdulillah hampir semua kiai dan ulama yang kami undang, hadir mengikuti silaturahim ini,’’ kata Habib Lutfi bin Ali Yahya, Rois Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Muktabaroh An-Nahdliyyah.

Acara dibuat sangat singkat terdiri dari pembacaan Alquran qari internasional H Solihul Hadi, tausiyah Habib Lutfi dan pengarahan presiden. Upacara ditutup dengan pembacaan doa dipimpin KH Abdul Basyir dari Kudus.

Sejumlah kiai yang tampak hadir antara lain KH Muslim Riva Imampuro (Mbah Liem) Klaten, KH Ali Mas’ud Blater Kabupaten Semarang, KH Aziz Masyhuri Jombang, Jatim, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Masruri Mughni, dan KH Mahfudh Ridlwan Salatiga, dan juga mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz.

Adapun Dr KHMA Sahal Mahfudh, Dr KH  Mustofa Bisri, dan KH Maemun Zubair menunggu di rumah masing-masing karena Presiden dan Ibu Any Yudhoyono berkunjung ke pesantrennya.

Tetap Silaturahmi

Dalam sambutannya presiden mengatakan bahwasanya para calon presiden silakan berkompetisi. Namun hendaknya tidak boleh memutus silaturahmi.

 ”Pemilu kan hanya sebentar. Apa lantas selama lima tahun tidak bersatu lagi? Bermusuhan itu tidak baik,’’ katanya.
Selain itu, beliau juga mengajak untuk berpolitik yang sehat, santun dan beretika. ’’Serahkan semuanya pada Allah SWT dan rakyat sendiri yang akan memilih,’’ katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Habib Lutfi bin Ali Yahya menambahkan bahwa acara dalam rangka Kebangkitan Nasional Ke-101  tersebut merupakan perwujudan rasa syukur para ulama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di Rembang, SBY juga bertemu ulama, ribuan santri, dan tokoh masyarakat setempat. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Al Anwar.

Presiden meminta agar pondok pesantren bisa terus berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. ‘’Karena ciri-ciri masyarakat yang baik adalah masyarakat yang religius, rukun dan tertib,’’ katanya. (H19, H49,H55-46)

Ribuan Orang Hadiri Haul Agung Sultan Fatah: Generasi Wali Allah Tidak Pernah Putus

SM Minggu, 07 Agustus 2005
DEMAK- Ribuan orang muslim menghadiri puncak peringatan Haul Agung Ke-2 Kanjeng Sultan Raden Abdul Fatah Al Akbar Sayyidin Panotogomo Ke-487 M/502 H, Sabtu siang (6/8), di depan Masjid Agung Demak.
Puncak haul agung memperingati kematian Sultan Fatah, pendiri Kerajaan Islam pertama di Demak Bintoro itu, diisi dengan pengajian akbar oleh H Ahmad Jauhari MSi dari Depag Pusat dan KH Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan. Ikut menghadiri acara itu, Bupati Hj Endang Setyaningdyah, Muspida, Kepala Biro Umum Setda Pemprov Jateng Drs Ateng C Miftah SE MSi mewakili Gubernur Jateng, dan Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Toha MA.
Acara dimulai dengan tahlil bersama. Bupati dan Muspida serta sejumlah tamu yang berangkat dari pendapa berjalan kaki diiringi kelompok penabuh terbang. Tampak di antara rombongan, Kakandepag Demak Drs H Bambang Sugito TH, Imam Masjid Agung Demak KH Muzayin Munawar, serta para ulama dan kiai di Kota Wali.
Ribuan orang Islam yang membanjiri alun-alun tampak khusyuk mengikuti kegiatan itu. Mereka rela terkena panas matahari yang begitu menyengat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Haul Agung Drs HM Dachirin Said SH menjelaskan, acara akbar itu guna menghormati kematian Sultan Fatah. Sultan Fatah merupakan sosok raja atau penguasa yang tetap mengedepankan ahlaqul karimah. Bahkan, dia tergolong seorang wali Allah.
Karena posisi Sultan yang demikian, Kakanwil Depag HM Chabib Toha mengajak masyarakat untuk meniru pola kepemimpinan Sultan Fatah.
''Dulu Demak marupakan pusat kerajaan yang rakyatnya damai dan jauh ada pertentangan. Karena itu, masyarakat Demak harus menjaga kondisi yang demikian, jangan menyampaikan sesuatu dengan pengerahan massa, apalagi sampai terjadi benturan,'' tuturnya.
Dia mengatakan, materi yang disampaikan sedikit berbau politik, karena yang sedang diperingati adalah ulama yang juga penguasa. ''Jadi, bisa dibilang haul kali ini juga haul politik. Kebetulan saat haul ini, suhu politik di daerah yang dikenal sebagai Kota Wali itu sedang hangat.''
Pesan perjuangan yang disampaikan Sultan Fatah, terangnya, lebih mengedepankan musyawarah. Pola demikian harus terus dijadikan pegangan.
Selalu Lahir Wali
Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan, jumlah wali di muka bumi ini tidak pernah berkurang. Artinya, generasi wali tidak pernah putus. Setiap ada seorang wali yang meninggal, akan ada seorang wali yang menggantikannya. Sultan Fatah merupakan salah satu walisongo pada zaman Maulana Malik Ibrahim.
''Saat itu Sunan Kalijaga belum diangkat sebagai wali. Sebenarnya sampai saat ini walisongo itu masih ada, tetapi siapa orangnya dan sekarang ada di mana, saya tidak tahu,'' paparnya.
Jumlah wali Allah, kata dia, terbanyak adalah di tanah Jawa. Tugas para wali cukup berat. Tidak hanya membentengi umat dari ancaman bahaya, tetapi juga menjaga moralitas umat. ''Kebanyakan wali itu lebih mementingkan menjaga umat, dan itu tugas yang tidak ringan.'' (H1-37t)

Sembilan Kiai Khos Pimpin Mujahadah

SM Jumat, 6 September 2002SEMARANG-Sebanyak sembilan kiai khos dari berbagai daerah di Jateng, semalam memimpin doa mujahadah di lokasi pembangunan Masjid Agung Jateng. Sembilan kiai membaca doa secara bergantian diawali KH Habib Luthfi Bin Yahya dari Pekalongan. Dilanjutkan KH Musyafa Achmad dari Demak, KH Maemun Zubair dari Sarang Rembang, KH Abdul Rozaq Rembang, KH Muhammad Hidayat dari Purwokerto Banyumas, KH Habib Ali AlHabsyi dari Pemalang, KHM Amin Sholeh MC dari Jepara dan KH Wildan Abdul Hamid dari Kendal.
Ribuan umat Islam yang duduk lesehan di atas tikar secara koor mengamini doa tersebut. Sebelumnya, jamaah yang sudah duduk sejak bakda Maghrib, dengan khusyuk mengikuti hataman Alquran yang dipimpin KH Turmudzi Taslim AlHafidz pengasuh pesantren Raudlatul Quran Kauman Semarang dan KH Harir Muhammad AlHafidz pengasuh Pesantren Bustan Usyaqil Quran (BUQ) Demak. Semaan Alqurannya sendiri dilakukan oleh seratus hafiz (penghafal Alquran) dari berbagai daerah dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Sayangnya, semaan Alquran tersebut tidak banyak diikuti oleh umat Islam.
Jamaah juga mengikuti bacaan Istighotsah Asmaul Husna dipimpin KH Drs Amjad AlHafidz BSc dan KH Baidlowi Syamsuri pengasuh pesantren Sirojuth Tholibin,Brabu, Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.
Yang menarik, pada saat upacara pembukaan hataman, pembacaan Alquran tidak dilakukan oleh qari yang sudah dipersiapkan panitia. Melainkan oleh Menag Prof Dr H Said Agil Husin Al-Munawar sendiri. Sambil duduk, Menag yang memang seorang hafiz dan pernah menjadi qari terbaik internasional, dengan merdu dan syahdu melantunkan ayat suci Alquran secara hafalan.
Disamping kirinya Gubernur Jateng H Mardiyanto mendengarkan dengan khusyuk. Sedang disamping kanannya Dirjen Kelembagaan Islam Dr H Qodry A Azizy dan Kakanwil Depag Drs HM Chabib Thoha MA.
Hampir semua pejabat Pemprov semalam hadir mengikuti mujahadah dan istighotsah tersebut. Mulai dari Wagub II H Djoko Sudantoko S.Sos MM, Wagub III Ir H Mulyadi Widodo, Sekda Mardjijono SH, Kepala Badan Kesbanglinmas HS Prayitno, Asisten II Ir Suwito, Asisten III Drs Suprapto Sudarto, Karo Umum Drs H Sumantoro, Karo Kesra Drs H Suwarto Nasucha, Kepala BIKK Drs H Anwar Cholil, para kepala badan dan dinas. Mereka semuanya larut dalam bacaan doa istighotsah dan mujahadah sambil menyimak tuntunan doa yang digandakan oleh panitia.
Didengar Allah
Menag dalam sambutannya menyambut baik berbagai kegiatan spiritual yang dilakukan umat Islam sebelum mengawali pembangunan Masjid Agung Jateng pagi ini. "Apalagi doa-doanya di-pimpin oleh para kiai, habaib dan ulama dengan bacaan mujahadah dan istighotsah. Allah subhanahu wataala pasti mendengarnya," katanya.
Tentang besarnya biaya pembangunan masjid, Menag minta umat Islam Kota Semarang tidak terlalu merisaukannya. "Kalau tiang sudah ditancapkan dan bangunan sudah mulai kelihatan, Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar. Tidak pembangunan masjid di dunia yang tidak selesai. Allah pasti akan memberikan kemudahan," tegasnya.
Gubernur Jateng H Mardiyanto mengatakan, pembangunan Masjid Agung Jateng berawal ungkapan syukur Takmir Masjid Besar Kauman Semarang atas kembalinya tanah wakaf banda masjid tersebut, setelah dalam masa panjang menjadi polemik dan sengketa yang rumit. (B13-60)


Wajah Lama Dominasi MUI Jateng: Habib Lutfi-Ahmad Rofiq Terpilih Lagi

SM - Senin, 27 Februari 2006
SEMARANG - KH Habib Lutfi bin Ali Yahya dan Prof Dr H Ahmad Rofiq MA terpilih kembali menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah periode 2005-2010.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Sirampog, Bumiayu, Brebes, KH Masruri Mughni, yang semula juga dijagokan, menyatakan tidak bersedia karena berkonsentrasi sebagai Rois Syuriyah PWNU Jateng. Habib Lutfi sebelumnya menjadi ketua umum antarwaktu menggantikan KH M Amin Sholeh yang meninggal dunia.
Pemilihan dilakukan oleh tim formatur dalam Musda VII di Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu kemarin. Tim formatur terdiri atas Kakanwil Depag Drs H Masyhudi MM (Ketua Dewan Penasihat), KH Habib Lutfi bin Ali Yahya (Ketua Umum lama), dan Drs KH Ahmad Darodji MSi (unsur panitia pengarah).
KH Abdul Mujib Sholeh (Karesidenan Pati), KH Habibullah Idris (Kedu), Drs KH Abdul Karim Assalawi (Karesidenan Semarang), KH Khoiruddin (Karesidenan Banyumas), KH Habib Ihsanuddin (Surakarta), dan KH Humaidi (Pekalongan).
''Di MUI memang berbeda dari ormas atau partai politik. Kalau di ormas atau parpol pada rebutan jabatan, kalau di MUI rebutan tidak bersedia dengan alasan kemampuan. Semangat inilah yang menyebabkan ukhuwah tetap terjalin dengan baik, tidak pernah ada masalah ketika menyusun pengurus,'' tutur Drs H Noor Achmad MA, Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang, yang menjadi peserta musda.
Dari 17 orang pengurus harian yang terpilih sebagian besar adalah wajah lama. Yang baru antara lain Drs Marpuji Ali (Ketua PW Muhammadiyah Jateng), KH Habibullah Idris (Wonosobo), Drs H Ibnu Djarir dan Dr H Abu Hapsin Umar MA di jajaran ketua.
Di jajaran sekretaris hanya satu wajah baru, yaitu Drs H Suroso MSi (Kabid Urusan Haji Kanwil Depag Jateng), sedangkan di jajaran bendahara masuknya Pengusaha Tailor Eka Karya dan pengusaha Tionghoa Muslim H Gautama Setiadi memperkuat bendahara umum yang dipegang bos CV Aneka Ilmu H Suwanto SE MM.
Wagub Ali Mufiz mewakili Gubernur ketika menutup musda mengingatkan arti penting lembaga tersebut dalam membangun khaira ummah. (B13,mhr-60t)

Kiai Dzikron Tetap Mudir Idaroh Wustho

SM Senin, 01 Agustus 2005
BANJARNEGARA- Musyawarah Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (30-31/7), di Pesantren Al Fatah Banjarnegara, lancar. Sedikitnya 750 kiai dari seluruh idaroh syu'biyyah di Jawa Tengah mengikuti semua agenda acara dengan khidmat.
Acara yang dimulai Sabtu (30/7) pukul 21.00 itu diawali serangkaian sambutan dari pengasuh Pesantren Al Fatah Banjarnegara KH Hasyim Hasan, Mudir Idaroh Wustho Jateng KH Dzikron Abdulloh, PWNU Jateng KH Masruri Mughni, dan Mudir Aam Idaroh Aliyah KH Muhaiminan G.
Tampak pula pada acara pembukaan, Bupati Banjarnegara Djasri MT dan Kepala Bakorlin III Tjipto Hartono mewakili Gubernur Jateng. Ketua Idaroh Aliyah KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya baru datang menjelang tengah malam. Kedatangannya mendapat sambutan antusias dari jamaah yang telah lama menunggunya.
KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya sempat pula melantik pengurus Idaroh Syu'biyyah Kabupaten Banjarnegara. Dia berpesan kepada semua pengurus untuk bekerja sama dengan baik. Sebelumnya telah diserahkan satu unit mobil Daihatsu Xenia untuk mendukung kelancaran operasional Idaroh Wustho Jateng.
Pembukaan musyawarah Idaroh Wustho juga disertai dengan pengajian umum dan Manaqib Kubro atau pembacaan riwayat hidup para ulama. Selanjutnya dirangkai dengan istighotsah atau doa bersama untuk perdamaian umat manusia. Pengajian umum disampaikan oleh KH Drs Chisnullah Abdurrahiem dan KH Habib M Luthfi bin Ali bin Yahya. Adapun istighotsah dan manaqib kubro dipandu oleh KH Latif Mastur, KH Zaini Mawardi, KH Ulin Nuha Arwani, KH Salman Dahlawi, KH A Chalwani N, KH Hasyim Hadi, dan KH Rozaq.
Banyak Masukan
Agenda hari kedua musyawarah yang berlangsung pagi hari adalah pembahasan program kerja oleh Komisi B, pembahasan masalah-masalah dalam masyarakat (bahtsul masail) oleh Komisi A, dan rapat formatur untuk menentukan pengurus Idaroh Wustho Jateng masa khidmat 2005-2010.
Pembahasan program kerja oleh Komisi B lancar dan menarik. Sebab, delegasi dari setiap Idaroh Syu'biyyah memberikan apresiasi baik dengan saran maupun berbagai pertanyaan. Di antaranya adalah usulan untuk dibentuk forum tersendiri guna koordinasi ke bawah di luar Istighotsah dan manaqib kubro.
Usulan lainnya yang sempat terhimpun adalah segera dilakukan perbaikan organisasi atau reorganisasi, terutama di tingkat Idaroh Syu'biyyah. Sebab, beberapa kabupaten sedang mengalami masalah dalam organisasi.
Salah satunya, Kebumen. Harapannya, setelah kepengurusan Idaroh Wustho terbentuk dan dilantik, segera melakukan perbaikan di Idaroh Syu'biyyah (kabupaten).
Sidang Komisi B itu lancar dan singkat. Hanya dengan waktu sekitar satu setengah jam, rancangan program kerja yang terdiri atas empat bidang, yakni organisasi, pengembangan, konsolidasi keanggotaan, dan keuangan, tidak mengalami banyak perubahan.
Pembahasan masalah-masalah di masyarakat oleh Komisi A di Masjid Al Fatah hanya mengenai dua hal, dari tiga yang diagendakan. Dua masalah tersebut adalah hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius sebelum disembelih serta hukum daging dalam kaleng yang pemotongannya tidak diketahui.
Sidang Komisi A yang dipimpin oleh KH Ahmad Kholil dari Jepara memutuskan, hukum penyembelihan hewan yang terlebih dahulu dibius adalah haram. Adapun hukum daging dalam kaleng yang tidak diketahui pemotongannya adalah haram, bila tidak diketahui yang menyembelih muslim atau bukan. Kecuali di daerah yang banyak muslimnya.
Menjelang shalat zuhur, Musyawarah Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah ditutup dengan pengumuman pengurus Idaroh Wustho masa khidmat 2005-2010. Dalam rapat formatur di kediaman KH Hasyim Hasan Fattah itu akhirnya KH Dzikron Abdulloh terpilih kembali menjadi Mudir Idaroh Wustho Jatman Jawa Tengah masa khidmat lima tahun ke depan. Sekretarisnya adalah KH Sya'roni dan Aminus Sunduq Dr dr Habib Ahmad Syakir.
Duduk di jajaran Ifadliyah adalah KH Latif Mastur Ihsan sebagai rois, KH Hasyim Hasan Fattah sebagai rois awal, dan KH Choironi sebagai katib.(mos-41t)