Showing posts with label Sufism and Politics. Show all posts
Showing posts with label Sufism and Politics. Show all posts

Tuesday, June 1, 2010

JATMI Pro Anas Urbaningrum Oleh : Feery M | 14-Mei-2010, 23:17:36 WIB

KabarIndonesia - Pemilihan Ketua Kandidat Partai Demokrat akan berlansung dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, (Jawa Barat) pada tanggal 21 Mei 2010 mendatang.Sudah beberapa kandidat yang mencalonkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie.

Pasalnya Dewan Pembina Partai Demokrat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyukai tokoh seorang pemuda yang berbakat dan berpotensi serta semangat untuk mengembangkan jati dirinya untuk menjadi Ketua Umum Parai Demokrat. Dan Bapak Presiden bersifat pabrik figur bagi para kandidat calon Ketua Partai Demokrat serta tidak adanya unsur atau ukuran umtuk memihak dan memilih dari para kandidatnya.

Untuk para calon kandidat Ketua Partai Demokrat dari ketiga calon, yang sangat didukung oleh Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Al-Huda dan JATMI, hanya Anas Urbanungrum yang akan selalu mendukung. Kanjeng Pangeran Haryo KH. Drs. Nukman Muhasyim Jayakarta III mengatakan "Saya akan mendukung untuk Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, karena beliau mempunyai potensi yang tinggi, akhlak yang baik, sifat kebersamaan, serta gotong royong dengan para politik yang berdemokrasi," ujarnya.

Maka untuk itu dari semua para partai salah satu harus mempunyai generasi yang memiliki Leader yang tinggi, wawasan yang jauh serta akhlak yang bagus dan tidak kalah pentingnya hubungan dengan para Paratai politik lainya.

Para Kandidat mendeklarasikan di berbagi tempat untuk menunjukan kesemangatanya, keseriusannya dari para kandidat-kandidatnya,untuk meminta dukungannya dari para peserta Partai Demokrat pada waktu Konfrensi Kongres di Bandung (Jawa Barat).

Untuk itu Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Al-Huda dan JATMI, Kanjeng Pangeran Haryo Nukman Muhasyim Jayakarta III mengatakan, sangat berterima kasih dengan adanya Konfrensi Kongres di Paratai Demokrat.

Ini adalah keinginan dari masyarakat yang mampu untuk mengembangkan amanat dalam rangka korupsi, yang terus dilakukan dengan secara menyeluruh agar dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik di dalam bangsa dan tidak dilihat hanya golongan yang tertentu. Semoga masyarakat dapat melihat demokrasi yang solid," ujarnya.

Friday, May 21, 2010

Kiai Djalil Dukung Wiranto-Gus Sholah, Diikuti 900.000 Jamaah PETA

 
Sabtu, 19 Juni 2004 15:41
Tulungagung, NU Online
Kiai Toreqot yang juga pimpinan Ponpes PETA (Pesulukan Toreqot Agung Tulungagung), KH Abdul Djalil Mustaqiem tak biasanya bikin manuver politik. Namun, menjelang Pilpres-Pilwapres, kiai kharismatik yang disegani ini tiba-tiba mengeluarkan statemen politik mendukung duet Wiranto-Gus Sholah. Manuver politik ini didasarkan hasil istikharoh Kiai Djalil yang juga dilakukan lima kiai terkenal lainnya. Dipastikan, dukungan ini bakal diikuti jamaah Toreqot PETA yang jumlahnya mencapai 900.000 orang di berbagai penjuru tanah air.
Dukungan terhadap pasangan Wiranto-Gus Sholah itu, Sabtu (19/6) siang diungkapkan Kiai Djalil dalam keterangan pers yang berlangsung di kediamannya Ponpes PETA Kelurahan Kauman, Kota Tulungagung, Jawa Timur. ''Ya, memang betul saya mendukung Wiranto. Sejak awal, saya sudah kenal Wiranto. Tapi, Wiranto belum kenal sama saya,'' ungkap KH Abdul Djalil Mustaqiem.
Menurut Kiai Djalil, dukungan yang disampaikan kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah semata-mata didasarkan hasil sholat istikharoh yang dilakukannya sebelum memasuki masa kampanye lalu. Selain dirinya yang istikharoh, KH Djalil juga memerintahkan lima orang kiai kenamaan lainnya untuk melakukan istikharoh. ''Alasan  mendukung Wiranto ya hasil istikharoh saya. Saya juga menyuruh lima kiai lain untuk bersitikharoh. Insya Allah, menurut hasil istikharoh, Wiranto jadi presiden,''kata Kiai Djalil tanpa bersedia menyebutkan nama lima kiai yang disuruh istikharoh itu.
Selain didasarkan hasil istikharoh, Kiai Djalil mengaku mendukung Wiranto karena Capres ini pernah menjabat sebagai komandan militer. Sementara, capres lainnya belum ada yang memiliki pengalaman seperti Wiranto. ''Dia (Wiranto) pernah menjadi komandan yang pernah disegani. Calon yang  lain kan belum ada yang pernah jadi komandan militer seperti Wiranto,'' kata Kiai Djalil.
Bagaimana dengan track record Wiranto yang dinilai kurang bagus dan disebut-sebut tersandung kasus pelanggaran HAM, Kiai Djalil tak banyak memberikan penjelasan. ''Lho, kiai saja yang kotor banyak, apalagi seorang pejabat,'' tandas kiai toriqot yang dikenal kharismatik dan memiliki santri di berbagai penjuru tanah air ini.
Mengapa Kiai Djalil dan santri-santri Toriqot PETA tidak diarahkan untuk mendukung KH Hasyim Muzadi  yang  berpasangan dengan Megawati. Padahal, KH Hasyim Muzadi menjabat sebagai Ketua Umum PB NU? ''Hasyim kan mencalonkan bukan atas nama NU, tapi atas nama pribadi. NU kan nggak mencalonkan. Malah, PKB yang mencalonkan Gus Sholah,'' tegasnya.
Ditanya apakah dukungannya kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah ini juga akan diinstruksikan dengan mengeluarkan fatwa kepada para santri Toreqot PETA? ''Tanpa diberitahu secara formal, santri-santri saya sudah mengerti semua. Nggak perlu juga saya mengeluarkan fatwa-fatwaan. Kalau saya sudah ngomong A, Insya Allah, santri-santri saya Insya Allah akan ikut semua,'' kata Kiai Djalil.
Diungkapkan, saat ini, Toreqot yang dipimpinnya memiliki jamaah sekitar 900.000 orang yang tersebar di berbagai penjuru. Meski tidak mengeluarkan fatwa, kata Kiai Djalil, santri-santrinya  secara 'gethok tular' akan menyampaikan pesan politiknya mendukung Wiranto-Gus Sholah. ''Jamaah saya 900.000 itu Insya Allah mengikuti saya. Ini belum termasuk simpatisannya,'' tegas Kiai Djalil.
Setelah mengeluarkan statemen politik mendukung duet Wiranto-Gus Sholah, kata Kiai Djalil, Ponpes PETA kini tertutup dikunjungi caprs-cawapres yang lain. ''Ya, tentu saja, sekarang ini saya nggak mau menerima kunjungan capres-cawapres yang lain. Nanti kalau mau dikira yang nggak-ngak. Untuk kunjungan dari calon lain, sekarang kami sudah tertutup,'' ujarnya.
Kiai Djalil tak akan kecewa seandainya pasangan Wiranto-Gus Sholah yang didukungnya nanti tidak terpilih menjadi Presiden-Wakil presiden.  ''Nggak apa-apa kalau tak terpilih. Saya kan hanya ingin menentramkan umat. Umat NU kan resah. Untuk menentramkan, saya buat himbauan seperti ini,'' kata Kiai Djalil.(kd-mhb)

Tahlilan Seratus Hari Syekh Abdurrahman Rajagukguk Tuan Guru Imbau Jamaah Cermat Pilih Pemimpin

Cetak E-mail
Metro Siantar Senin, 10 Mei 2010

HATONDUHAN-METRO; Tuan Guru Persulukan Serambi Babussalam Hatonduhan, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban Al Rahamaniy Rajagukguk MA, mengimbau seluruh kaum Muslimin dan khususnya para jamaah Thariqat Naqsyabandiah agar cermat memilih pemimpin Simalungun kedepan. Sebab dia melihat banyak pemimpin bersemangat mengumbar janji dengan segudang program sesaat sebelum berkuasa, namun realitanya hanya janji tinggal janji.

Imbauan itu disampaikan Tuan Guru Syekh Muda Haji Ahmad Sabban Al Rahamaniy Rajagukguk, di sela-sela acara tahlilan seratus hari Allah Yarham Syekh Abdurrahman Rajagukguk, Jumat (7/5) malam, di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun. Dia pun mengajak semua kandidat bakal calon (balon) Bupati dan para pasangan calon Wali Kota yang beriktikad baik melakukan perubahan terhadap daerahnya agar dapat melakukan program-program yang terukur dan dapat memberikan perbaikan kesejahteraan terhadap masyarakat.
Menurut Syekh Muda Haji Ahmad Sabban, tidak perlu mengumbar janji dan merasa sudah pantas dan teruji dalam memimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menampilkan sikap tawadhu rendah hati, tidak sombong dan tidak menghianati kepercayaan masyarakat.
Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi para pejabat di berbagai daerah di negeri ini. Keprihatinan itu terkait banyaknya para penguasa yang lupa dan mempermainkan amanah yang telah dibebankan dipundaknya. "Sangat wajar kemudian, kita sama-sama menyaksikan beberapa pejabat dan penguasa di berbagai daerah terjerat kepada urusan lembaga hukum, seperti kejaksaan atau KPK," sebut Syekh Muda Haji Ahmad Sabban.
Pada kesempatan itu, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban juga tidak terjebak dengan formalitas simbol-simbol agama, tapi sesungguhnya yang paling terpenting adalah bagaimana memilih pemimpin yang dapat mendukung kehidupan beragama yang harmonis dan kondisif serta mampu mensejahterakan masyarakatnya. Menurut dia, menjual isu-isu agama untuk komoditas politik adalah gaya politik pragmatis dan sempalan serta murahan. "Saatnya sekarang ini berlomba-lomba menunjukkan sikap politik yang mencerdaskan rakyat, santun, tidak munafik serta dapat menampilkan gaya kepemimpinan yang elegan. Soal ke mana dan siapa yang menjadi pilihan Wali Kota Siantar dan Bupati Simalungun, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban tidak mengarahkannya kepada jemaah. "Biarlah jamaah memilih dengan hati nuraninya serta mengharap petunjuk Allah Swt agar pilihannya tidak salah. Namun kepada jamaah yang tersebar di Siantar Simalungun, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban berpesan agar memilih pemimpin berhati-hati dan jangan salah pilih.
Acara Berjalan dengan Hikmat
Meskipun acara Tahlilan seratus hari Allah Yarham Syekh Abdurrahman Rajagukguk hanya sebatas jamaah thatiqat naqsyabandiah, namun acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dan berjalan penuh hikmat dengan alunan zikir yang menggema. Pada acara tahlilan, Tuan Guru mengajak pada jamaah agar senantiasa sungguh-sungguh melaksanakan zikir agar keutamaan zikir tersebut dapat diperoleh.
Hadir dalam acara para Khalifah yang berada di daerah Simalungun, Medan, Tebing Tinggi dan Langkat, serta para undangan dan kaum Muslimin yang berada di Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan Simalungun. Turut hadir Rombongan dari Tim JR-Nur (Calon Bupati-wakil Bupati Simalungun). (dro)

Friday, February 12, 2010

Gerimis Hiasi Acara Zikir SBY di Monas

Sabtu, 13/02/2010 08:05 WIB
Nograhany Widhi K - detikNews
 Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini menghadiri zikir bersama di Monas. Hujan gerimis pun menghiasi zikir yang dihadiri ribuan orang ini.

Pantauan detikcom di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2010) ada 3 panggung yang didirikan di Monas bagian selatan. Panggung paling besar berukuran 5x7 meter setinggi 180 cm diletakkan di sisi Monas, tepatnya menghadap gerbang Monas dekat bundaran Patung Kuda.

Sedangkan dua panggung lainnya lebih kecil berukuran 3x3 meter diletakkan serong menghadap panggung besar itu.

Panggung paling besar ditempati para habaib yang akan memimpin zikir, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Tampak hadir di antaranya Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Mallarangeng, Menkokesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendiknas  M Nuh.

SBY tiba sekitar pukul 08.00 WIB mengenakan pakaian koko putih dan berpeci. Sementara, Ani Yudhoyono berbalut pakaian serba putih. Kedatangan keduanya disambut salawat badar.

Gerimis di Monas mulai turun pada pukul 07.10 WIB hingga pukul 07.45 WIB gerimis masih mengguyur. Sehingga para jamaah di tanah lapang membuka payung dan sebagiannya lagi pasrah diguyur air.

"Pindahkan hujan dari tempat ini. Jadikan tempat ini tempat yang maslahat bagi kami," ujar salah satu habaib yang memimpin.

"Amiin," sahut jamaah serempak.

Zikir yang bertema 'Berzikir untuk Indonesiaku' ini diadakan oleh Majelis Dzikir SBY Nurussalam, Majelis Dzikir Nurul Musthofa dan Forum Habib Nasional.
(nwk/mad)

Wednesday, January 20, 2010

Tarekat Khalwatiah Samman Dukung Anto


(28 Apr 2008, Fajar Makassar)
MAKASSAR--Keluarga besar (KB) Tarekat Khalwatiyah Samman Pattene, Maros kemarin bersilaturahmi di rumah pribadi Iriantosyah Kasim DM. Mereka memberikan motivasi pada Iriantosyah Kasim untuk maju di Pilkada Kota Makassar.Ketua Tarekat Khalwatiyah Samman Pattene, HA Sahabuddin Puang Rapi, mengakui kedatangannya ke rumah Anto, panggilan akrab Iriantosyah, karena mendengar kabar sahabat dan kerabatnya itu akan maju di Pilkada Makassar.

“Kami sangat gembira ada keluarga yang ingin maju sebagai pemimpin Kota Makassar,” kata Sahabuddin Puang Rapi. Ditambahkan, kedatangannya bersama rombongan hanya silaturahmi biasa untuk menindaklanjuti kedatangan pertamanya beberapa waktu lalu.

Ia juga mengakui bahwa keluarga besar Tarekat Khalwatiyah Pattene, sangat dekat dengan keluarga Anto.

“Orangtua kami sudah seperti saudara dengan orangtua Pak Anto. Dan kami generasinya, melanjutkan kekerabatan itu dalam berbagai bentuk kegiatan,” terangnya.

Anggota Tarekat Khalwatiyah Samman Pattene lainnya yang hadir, antara lain; HA Abd Karim Puang Nippi, Puang Rewa, Puang Sese, Puang Sau, dan Andi Muhammad AM.
Karena Anto ada keinginan untuk maju, kata Puang Rapi, maka sebagai kerabat dan sahabat dekat pihaknya berkewajiban ikut membantu.

“Kami tidak terlibat dalam politik, tetapi kami memiliki kewajiban moral untuk mendukung calon yang kami anggap mampu,” terangnya. HAM Nasir Puang Sila menambahkan, bila Anto maju maka pihaknya akan memberikan dukungan maksimal. Mulai dari pemasangan baliho, posko pemenangan, hingga penggalangan kekuatan di basis-basis Khalwatiyah Samman Pattene.

“Jumlah jemaah kami kira-kira 30 ribu di Makassar dan tersebar di 14 kecamatan. Mereka rata-rata memiliki pengaruh yang kuat di lingkungannya masing-masing,” katanya. Ia memperkirakan, anggotanya bisa menghasilkan sampai 100 ribu suara untuk Anto.

Sementara HA Sirajuddin Puang Ngile menyatakan apa pun posisi Iriantosyah Kasim, wakil atau walikota, pihaknya siap memberikan dukungan. “Dan, dengan siapa pun Pak Anto berpasangan kami siap mendukung,” tegasnya.

Anto sendiri menyatakan sangat berterima kasih atas dukungan sahabat dan kerabatnya itu. “Sebetulnya pertemuan ini silaturahmi rutin yang kami lakukan sebagai sahabat dan kerabat. Tetapi, karena kebetulan saya punya niat mencalonkan diri sebagai wakil walikota Makassar, mereka datang memberikan motivasi kepada saya,” tandasnya.

Pendamping Ilham

Kandidat Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin hampir dipastikan akan menggandeng Supomo Guntur dalam pilkada Makassar, Oktober mendatang. Tetapi Sekretaris DPD Golkar Makassar, Farouk M Betta mengatakan, pihaknya tetap akan mengusulkan tiga nama calon wakil walikota ke DPD Golkar Sulsel.

Tiga nama yang akan diusul itu berdasarkan rating popularitas sesuai hasil survei. Selain Supomo, figur lain yang akan diusulkan adalah Wakil Walikota Makassar Andi Herry Iskandar, dan Kepala Dinas Prasarana Wilayah Sulsel Iriantosyah Kasim.

“Mungkin akan dikirim tiga nama ini ke DPD I. Jika nama-nama tersebut sudah diterima DPD I dan disetujui, maka akan dikembalikan ke Pak Ilham untuk menentukannya sendiri,” jelas Farouk.

Ilham akan menentukan pasangannya 8 Mei mendatang. Walikota Makassar itu mengaku masih membicarakan siapa yang akan menjadi wakilnya. “Syarat calon wakil saya ada dua. Mereka bisa diajak kerja sama dan mampu berpikir untuk kepentingan masyarakat. Jika keduanya dipenuhi, akan saya tunjuk jadi wakil,” kata Ilham.

Untuk pilkada Makassar, Ketua Bappilu DPP Golkar, Andi Mattalatta mewanti-wanti kader beringin di daerah ini untuk solid mengampanyekan Ilham. “Ini merupakan pertarungan partai.

Kalau calon yang diusung partai menang, maka partai yang menikmati. Begitu juga kalau calon yang diusung kalah maka dampaknya akan dirasakan partai,” kata Mattalatta saat menghadiri konvensi Golkar Makassar, Sabtu, 26 April.

Ia pun menguraikan bahwa keran demokrasi internal Partai Golkar yang dibuka beberapa tahun lalu, terbukti tidak membuahkan hasil maksimal. Calon kepala daerah misalnya, tidak mencapai target Partai Golkar. Karena itu, strategi diubah dengan memperketat pencalonan dan mengerahkan seluruh kader untuk memenangkan calon yang diusung partai.

Mattalatta juga menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah ini adalah tangga menuju Pilpres 2009. “Jadi kita harus membuat tangga-tangganya menuju tujuan utama kita memenangkan calon yang diusung pada Pilpres 2009,” jelasnya.

“Pasanglah baliho mendukung Pak Ilham dengan mengikutkan foto. Jadi sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” jelas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu. (upi-die)


Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Dukung JK-Wiranto


Selasa, 9 Juni 2009 17:43
Jakarta, NU Online
Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah mendoakan agar calon presiden Jusuf Kalla memenangkan Pemilu Presiden 2009.

"Kami tadi mendukung dan mendoakan agar JK terpilih pada Pilpres 2009 mendatang," ujar Ketua Umum Yayasan Attarbiyah sekaligus Juru Bicara jemaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, Helmi Basyaiban, usai bertemu JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (8/6/2009).

Helmi optimis jika jamaahnya yang beranggotakan 500 ribu orang akan mendukung pasangan nomer tiga ini.

"Karena dalam jamaah Tarekat hanya ada satu komando, kalau pimpinan kami sudah bilang pilih pasangan ini, maka secara otomatis semua akan pilih," terangnya.

Mengenai dukungan ini, Helmi mengaku JK tidak memberikan janji apa-apa. "JK hanya bilang, doakan saja," pungkasnya. (okz)

Tarekat Syattariyah Dukung Mega-Prabowo


Jumat, 19 Juni 2009 07:46
Jakarta, NU Online
Pemimpin Tarekat Syattariyah KH M Sofyan al-Mursyid menyatakan ketertarikannya kepada pasangan Megawati-Prabowo Subianto. Menurutnya pasangan ini selalu mengedepankan ekonomi kerakyatan.

Sebagai wujud dukungannya, dikatakannya, 270 kiai di dalamnya bergabung dengan Front Persatuan Pendukung Prabowo (F-PPP). Mereka juga siap menggalang dukungan massa untuk Prabowo.

"Pembelaannya kepada nasib petani dan nelayan membuat kami tertarik. Komitmennya membela rakyat miskin, membuat kami tidak ragu memberikan dukungan," kata Sofyan kepada wartawan di Jakarta seperti dilansir okezone.com, Jum’at (18/6).

Sofyan menambahkan, pemihakan Prabowo kepada rakyat kecil sudah terlihat ketika memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) maupun Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI).

Dia menegaskan, anggota Tarekat Syattariyah tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan anggota terbanyak ada di Provinsi Jawa Timur yang menjadi basis NU. Untuk Jawa Timur, pihaknya mengaku sudah didukung 400 khalifah (tingkat kabupaten) dan muqoddam (tingkat kecamatan). "Nah, yang tergabung dalam tarekat  ini mulai dari kiai khos hingga kiai kampung," ujarnya.

Menurut Sofyan Tarekat Syattariyah merupakan bagian dari NU. Karena itu, pihaknya tidak akan kesulitan untuk mendapat dukungan dari warga NU. Mengenai sosok Megawati, Sofyan tak mempersoalkan kepemimpinan perempuan. Sebab, kepemipinan tidak dilihat dari jenis kelamin melainkan dari kemampuan.

"Jadi tidak ada masalah dengan Ibu Megawati. Pada Pilpres 2004 lalu, Ibu Megawati berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi yang saat itu menjabat Ketua Umum PBNU," ungkapnya. (sam)

SBY Bahas Fitnah dengan Majelis Zikir

Laporan: Antara
Sabtu, 12 Desember 2009 | 20:43 WITA
Bogor, Tribun - - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara bersilaturahmi dengan keluarga besar Majelis Dzikir Nurussalam dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1431 H di Padepokan H Harris Thahir, Jalan Raya Sukabumi, Rancamaya, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/12) sore.
Acara yang dihadiri sedikitnya 1.000 anggota Majelis Dzikir Nurussalam itu bertema "Hindarkan fitnah, tebarkan benih-benih kebaikan di antara anak bangsa. Mari kita bersatu membangun negeri dengan akhlak mulia".

Presiden Yudhoyono yang sore itu mengenakan kemeja koko berwarna putih dengan didampingi oleh putra bungsunya Edhie Baskoro, langsung melaksanakan salat Tahyatul Masjid begitu memasuki masjid.

Acara yang berlangsung lebih kurang dua jam itu diawali dengan pembacaan Qisoh Maulid dan siraman rohani oleh KH M Hidayat. Dalam siraman rohaninya Hidayat mengatakan bahwa orang-orang yang mudah memfitnah tidak akan bisa mencium bau surga. Ia menegaskan bahwa mencari kebenaran tidak perlu dilakukan melalui fitnah.

Ia kemudian mengatakan tiga hal yang harus dilakukan seseorang jika ingin dosa fitnahnya diampuni.

"Pertama, yang memfitnah harus datang ke kerumunan orang tempat ia menyebarkan fitnah dan memberikan klarifikasi. Kedua, orang yang memfitnah harus datang kepada korban yang difitnah dan meminta maaf. Ketiga, bertobat kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan fitnah. Memfitnah itu artinya sama seperti memakan daging saudara sendiri," katanya.

Sementara itu Presiden Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Mejelis Dzikir Nurussalam, membuka sambutannya dengan menceritakan sejarah singkat pembentukan Majelis Dzikir Nurussalam di Cikeas pada tahun 2004, serta makna nama dari Nurussalam.

"Lima tahun sejak berdirinya Majelis Dzikir telah menjalankan ibadah dan peran yang baik untuk mengajak umat berdzikir, membimbing umat menuju jalan yang benar, dan yang terus mendampingi saya selaku kepala negara di dalam memimpin bangsa dan negara, membangun hari esok yang lebih baik," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden juga mengajak seluruh anggota Majelis Dzikir untuk menghindarkan fitnah, melainkan harus terus mampu menebar benih-benih kebaikan di antara anak bangsa dan bersatu membangun negeri dengan akhlak mulia.

"Saya setuju, jangan main-main dengan fitnah, kebohongan dan berita dusta...karena luar biasa azab yang akan diterimakan kepada mereka kecuali mereka bertobat," katanya.

Melalui forum itu, Presiden juga menyeru semua pihak untuk menjalani kehidupan tanpa kekerasan yang jauh dari akhlak dan tata krama.

"Berpolitik pun tidak boleh menjalankan politik kekerasan, kotor, yang tidak bersih ... bukan politik yang mulia. Politik Islami yang ingin sama-sama kita tegakkan," katanya.

Turut mendampingi Kepala Negara antara lain Ketua Majelis Dzikir SBY Nurussalam Harris Thahir, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Darwin S Saleh, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarief Hassan, Mendiknas M Nuh dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.(*)

Tuesday, January 19, 2010

Habib Lutfi: Jam’iyyah Tarekat Tak Boleh untuk Kepentingan Politik


Sabtu, 28 Juni 2008 19:21
Jakarta, NU Online
Jamaah tarekat merupakan salah satu kelompok yang dikenal sangat solid dan patuh terhadap perintah dari para pemimpinnya, atau biasa disebut mursyid dalam dunia tarekat. Keadaan ini tentu menjadi godaan para politisi untuk memanfaatkannya sebagai lumbung suara.

Namun demikian, Rais Aam Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfi bin Ali bin Yahya menegaskan organisasi ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik.

Kekhawatiran akan intervensi fihak luar tersebut diungkapkannya dihadapan peserta munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (28/6).

“Kita harus menjaga keuntuhan jamaah tarekat dari kepentingan politik. tetapi jam’iyyah tarekat tidak menghalangi hak individu anggotanya untuk memilih aspirasinya, asal tidak membawa nama jamiyyah, wadah ini harus tetap utuh,” katanya

Pentas Pilkada ini, menurutnya harus dimanfaatkan untuk menambah wawasan kebangsaan dan keagamaan bagi para anggota jam’iyyah tarekat, bukan malah menimbulkan kemunduran.

“Kita harus bisa memberikan keteladanan untuk umat dan bangsa yang berada dalam dahaga,” katanya.

Ia juga mengakut tidak setuju dengan golput yang saat ini marak dilakukan oleh masyarakat dalam Pilkada. Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya guna menentukan pemimpin yang diharapkan bisa menyelamatkan bangsa dan daerahnya. (mkf)

Naqsabandiyah dan Tarekat Sattariyah Dukung JK

Kamis, 11 Juni 2009 - 22:15 wib/Rus Akbar - Okezone
PADANG - Ketua Tim Sukses Jusuf Kalla-Wiranto wilayah Sumatera Barat, Irdinansyah Tarmizi mengatakan dua jemaah terbesar di Sumatera Barat, Sattariyah dan Naqsabandiyah mendukung pasangan capres dan cawapres JK-Wiranto.

"Kita sudah menjamin bahwa kedua jemaah Tarekat Sattariyah dan Naqsabandiyah yang jumlahnya ribuan ini akan memilih JK-Wiranto di Sumbar," katanya di kantor DPD Golkar Sumbar, Jalan Rasuna Said, Padang, Kamis (11/6/2009).

Ketua DPP Tarekat Sattariyah Ismet Ismael ternyata merupakan Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar, yang secara otomatis memastikan jemaahnya akan mengikuti pimpinannya.

"Beliau telah menyampaikan hal itu pada kita bahwa jemaahnya mendukung JK-Wiranto. Sementara Tarekat Naqsabandiyah menjelang pileg kemarin mereka sudah mengadakan salat bersama dengan partai kita di kantor serta mereka menyatakan dukungan mereka pada Partai Golkar," ujarnya.

Kedua jamaah ini akan ikut meramaikan kampanye terbuka JK-Wiranto pada Minggu, 14 Juni 2009 yang diadakan di lapangan Imam Bonjol Padang.

Dalam kampanye tersebut juga akan diundang beberapa jemaah yaitu NU, Sattariyah dan Naqsabandiyah, serta warga Kota Padang. Rencananya kampanye tersebut akan diikuti 30 ribu orang.

(lam)

Saturday, January 9, 2010

Para Anggota Kelompok Pengajian Bakal Jadi Saksi SBY-Boediono di TPS

Sabtu, 30/05/2009 07:50 WIB
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - Pada hari-H Pilpres 2009 nanti akan ada pemandangan berbeda di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Sekelompok anggota pengajian akan hadir di sana hingga usai sesi penghitungan suara. Mereka adalah saksi untuk SBY-Boediono.

Salah satu proyek strategis tim pemenangan pasangan SBY-Boediono sedang berlangsung, adalah mempersiapkan kelompok saksi TPS Pilpres 2009. Uniknya para saksi tersebut terdiri dari para ibu-ibu anggota kelompok pengajian setempat.

"Pertimbangannya karena ibu-ibu lebih telaten," ujar Ketum Majelis Pemenangan SBY, H Haris Thahir pada detikcom, Jumat (29/5/2009).

Pada hari-H Pilpres 2009, para ibu-ibu saksi ini berperan sebagai saksi pelapis. Sedangkan saksi utama yang mayoritas pria, tetap menggunakan jaringan yang sudah dibangun oleh caleg Partai Demokrat (PD) untuk keperluan Pileg 2009.

"Jadi hasilnya dijadikan bahan pencocokan hasil perhitungan saksi," sambungnya.

Para anggota pengajian tersebut berasal dari majelis-majelis taklim yang berafiliasi kepada 14 ormas Islam anggota Majelis Pemenangan SBY. Beberapa di antaranya adalah: Al-Khairat, Jamiyyah Ahli Thoriqoh Mutabaroh Indonesia (JATMI), Ikhwanul Mubaligh,  Persatuan Tarbiyah, Dewan Dakwah Islamiyah (DDI), Poros muda NU-Muhammadiyah, Al Wasilah, Jamiah Tarbiyah, Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah, Forum Musyawarah Lembaga Dakwah Pemuda Islam (FMLDPI) dan Forum Silahturahmi Remaja Masjid Indonesia (FSRMI).

Majelis Pemenangan SBY merupakan reinkarnasi dari Majelis Dzikir SBY Nurussalam. Sedari awal pendiriannya pada pertengahan 2004 silam, organ yang punya aktifitas utama menggelar pengajian tersebut saat ini telah memiliki jaringan di hampir seluruh kecamatan di 33 provinsi.

(lh/nwk)

Bursa Cawapres SBY, Akbar Meredup, Hatta Menguat

Kamis, 23/04/2009 14:50 WIB
Muhammad Nur Hayid - detikNews

Jakarta - Menjelang penentuan cawapres dalam Rapimnas Partai Demokrat (PD) tanggal 25 April mendatang, bursa cawapres SBY makin terbuka. Setelah Golkar memutuskan cerai dengan PD, bursa nama cawapres semakin mengerucut. Benarkah Hatta Rajasa yang paling menonjol di antara kandidat lainnya?

Menguatnya nama Hatta ini disebabkan karena nama Akbar Tandjung yang sebelumnya juga santer dinilai potensial mendampingi SBY mulai mengecil. Sebab, Partai Golkar yang sebelumnya diharapkan akan menjadi penopang koalisi sudah menetapkan sikap bercerai dengan partainya SBY, PD. Selain itu, pertimbangan usia Akbar yang lebih tua dari SBY dinilai juga tidak cukup produktif dalam membantu tugas-tugas SBY di periodenya yang kedua jika terpilih lagi dalam pilpres 2009.

"Potensi Hatta memang menguat setelah Golkar menyatakan cerai dengan PD. Apalagi Pak Akbar yang sebelumnya itu calon kuat belakangan dinilai terlalu agresif. SBY kan tidak suka yang seperti ini," kata sumber detikcom, Kamis (23/4/2009).

Sumber itu malanjutkan ceritanya, dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan Rabu (22/4/2009) kemarin, sebenarnya SBY akan hadir di acara yang dihadiri ribuan orang itu. Tetapi karena Akbar ikut hadir, SBY memilih mengutus Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh mewakili SBY.

"Ketidakhadiran beliau yang sebelumnya confirm hadir, ini karena tidak ingin dikesankan wacana duet SBY-Akbar sudah selesai. Kalau beliau memang menghendaki Pak Akbar, kan harusnya SBY datang," paparnya.          

Data lain yang diterima detikcom, melemahnya dukungan Akbar dari partai pendukung koalisi SBY karena PKS juga bekerja keras mengeluarkan Golkar dari partai pengusung SBY. Hal ini termasuk mengeluarkan nama Akbar dari bursa cawapres SBY. Hal ini dimaksudkan agar dalam pemilu 2014 PKS sebagai partai kader dapat menggilas Golkar yang dinilai sebagai partai paling rapi organisasinya dan berpengalaman.

Sumber detikcom di DPP PKS menjelaskan bahwa sikap PKS yang keras dengan Golkar tetapi tidak mengajukan cawapres dari kalangan internal partai disebabkan karena sudah ada kesepakatan tertentu dengan Mensesneg Hatta Rajasa. Konon dengan cara itulah, PKS akan dapat portofolio menteri yang  lebih banyak karena Golkar keluar dari koalisi pendukung SBY.

"Sebenarnya di internal PKS banyak yang ingin mengusung kader sendiri. Ada Pak Hidayat, ada Tifatul, ada Anis Matta. Tetapi keinginan itu sudah dipotong oleh beberapa elit yang selama ini gencar menggalang koalisi," papar sumber itu.

"Elit ini kabarnya sudah melakukan deal-deal politik dengan Hatta Rajasa. Makanya suara PKS nanti kalau ditanya SBY akan diarahkan ke Hatta, karena PKS tidak mengajukan cawapres sendiri. Di sini peluang Hatta akan lebih kuat daripada Akbar karena sudah ada minimal dukungan dari PKS dan PAN," paparnya.

Namun, menurut sumber tersebut, di internal PKS masih ada perdebatan soal skenario ini. Pasalnya Hatta dinilai tidak akan cukup memberi kontribusi bagi PKS. Justru PKS akan dirugikan dengan konsep seperti ini. Belum lagi soal belum selesainya dukungan PAN secara institusi kepada SBY karena Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir masih belum mengumumkan dukungan final PAN meskipun Amien Rais sudah final ke SBY.    

"Skenario ini masih belum sepenuhnya diterima semua kader. Tetapi karena partai kami ini partai kader, di mana jika keputusan tertinggi sudah diambil, semua kader harus ikut. Ya skenario ini tidak akan susah dijalankan jika Majelis Syuro sudah memutuskan," paparnya

Dengan dukungan PKS inilah, selain back up total Amien Rais yang masih membawa gerbong lama Muhammadiyah, nama Hatta akan semakin terang untuk dipasangkan dengan SBY.  Ditambah lagi beberapa sumber detikcom menjelaskan bahwa Hatta merupakan salah satu menteri kabinet yang memiliki kemampuan multitasking, selain loyalitas yang tinggi.

SBY Buka Muktamar Nadhliyyah

Minggu, 27/03/2005 10:02 WIB
Luhur Hertanto - detikNews

Semarang - Presiden SBY pukul 10.00 WIB pagi ini dijadwalkan akan membuka Muktamar Jam'iyyah Ahlith Thariqah Mu'tabarah an Nadhliyyah ke X di Pekalongan, Jawa Tengah. Ikut dalam rombongan presiden antara lain Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menko Kesra Alwi Shihab dan Menteri Agama M Maftuh Basyuni. Rombongan rencananya akan disambut oleh ketua umum PBNU KH HAsyim Muzadi dan Rais am NU KH Habib M Luthfi Ali bin Yahya yang sudah menunggu di lokasi acara. Rombongan berangkat dari Base Ops Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma dengan menggunakan pesawat kepresidenan RJ 85 sekitar pukul 08.30 WIB tadi pagi. Saat ini rombongan sudah tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang dan akan melanjutkan perjalanan dengan Helikopter ke Pekalongan. Namun saat akan take off, satu dari tiga Heli kepresidenan superpuma diketahui mengalami gangguan teknis, sehingga Heli yang berisi paspampres dan sesmil dipindahkan ke Heli nomor tiga yang sedianya mengangkut para wartawan. Kontan para wartawan yang sudah berada di dalam Heli diminta turun. Delapan orang wartawan yang ikut dalam rombongan rencananya akan menyusul dengan Heli TNI AD. Tapi ternyata Heli ini digunakan oleh rombongan Pangdam, sedangkan Heli milik Polri yang juga akan berangkat diisi rombongan Pangdam lainnya. Alhasil, wartawan pun tertahan di Bandara Ahmad Yani selama lebih 30 menit. Namun akhirnya setelah sempat berkeluh kesah, para wartawan bisa juga berangkat ke Pekalongan dengan Heli yang sebelumnya rusak. Presiden rencananya akan kembali ke Jakarta pukul 13.30 WIB. (fab/)

Jelaskan Sikapnya, Gus Dur Undang 30 Kiai Sepuh ke Rumahnya

Rilis - detik News Sabtu, 18/09/2004 14:24 WIB


Jakarta - Sekitar 30 kiai sepuh memastikan hadir dalam pertemuan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kediaman mantan presiden itu di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (18/9/2004) malam pukul 20.00 WIB. "Gus Dur yang mengundang para kiai-kiai itu ke Ciganjur," kata Adhie M.Massardi, jubir Gus Dur, Sabtu (18/9/2004) dalam rilisnya pada detikcom. Dipilihnya hari terakhir menjelang pemungutan suara pilpres 20 September, menurut Adhie, agar para kiai mendapatkan informasi langsung dari Gus Dur mengenai situasi politik terkini. Dalam kesempatan itu, Gus Dur juga akan menentukan sikap politiknya dalam pilpres putaran kedua nanti. "Hal ini penting disampaikan agar para kiai mendapatkan informasi langsung dari Gus Dur soal sikap politiknya dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara para ulama NU," tutur Adhie yang juga menjadi salah satu panitia acara tersebut. Para kiai khos yang akan hadir dalam "Forum Ciganjur" itu datang dari Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat antara lain: KH Abdullah Abbas (Buntet), juga (Kanjen-Pati), KH Makhrudin Masturo (Sukabumi), KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Sonhaji (Kebumen), KH Sofyan (Situbondo). Kemudian, KH Khotib Umar (Jember), KH Kholil As`ad (Situbondo), KH MAS Subadar (Pasuruan), KH Warsun Munawwir (Yogyakarta), KH Abdurrahman Khudori (Magelang), Mbah KH Muhaiminan (Parakan), Tuan Guru KH Mukhtar Muda Nasution (Sibuhuan-Medan), Tuan Guru Turmudji Badarudin (Bagu Lombok), KH Sanusi Baco (Makasar), KH Sodiq (Lampung), KH Muhtar (Mlangi). Selanjutnya KH Munif Zuhri, KH Aminullah Mukhtar (Bekasi), KH Prof DR Akrom Malibary (Banten), KH Manarul Hidayat (Jakarta), KH Abdul Jalil (Tulung Agung), KH Nawawi dan Habib Luthfi Bin Yahya (Pekalongan). (nrl/)

Akbar: Kedatangan Saya Bukan untuk Minta Restu Jadi Cawapres

Rabu, 22/04/2009 14:08 WIB Kumpul di Pekalongan
Djoko Tjiptono - detikNews
 
Jakarta - Kehadiran Akbar Tandjung di rumah Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah, untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi. Akbar membantah kunjungannya untuk meminta restu maju sebagai cawapres bagi SBY.

"Tidak spesifik untuk itu (cawapres). Saya hanya ingin meminta restu agar perjuangan Partai Golkar berjalan lancar dan diberkahi Allah," ujar Akbar Tandjung kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).

Menurut Akbar, dirinya sudah lama kenal dengan Habib Luthfi, utama berpengaruh yang memiliki jutaan pengikut. Saat menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar, Akbar kerap berkunjung ke kediaman Habib Luthfi.

"Hubungan kami sangat baik. Sekitar dua bulan lalu saya bertemu dengan beliau. Saat itu beliau mengundang agar saya datang dalam acara Maulidan di rumahnya," tutur mantan Ketum Golkar ini.

Selain Akbar, sejumlah tokoh politik juga hadir di rumah Habib Luthfi. Mereka antara lain, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarak, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PBB MS Kaban.

(djo/nrl)

Tuesday, December 29, 2009

Anggota Majelis SBY Nurusalam Akui Fasilitas Umroh ke Ulama

Selasa, 29 Desember 2009 | 22:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Anggota Majelis Dzikir SBY Nurusalam, Damrizal, membenarkan kabar tentang pemberian fasilitas kepada sejumlah ulama untuk menjalankan ibadah umroh.

“Itu program yang sudah dijalankan yayasan sejak lama. Bahkan, mungkin sampai dengan awal tahun 2009 ini masih ada yang berangkat,” ujar Damrizal ketika dihubungi Selasa (29/12).

Damrizal menerangkan program itu merupakan aktivitas rutin yang diselenggarakan yayasan terhadap kalangan alim ulama yang belum pernah menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. “
Ada kriterianya. Mereka yang mendapat fasilitas itu hanya ulama yang tidak mampu. Jadi tidak sembarangan,” kata dia.

Ia menjelaskan biaya perjalanan umroh terebut ditanggung oleh seluruh anggota. Bantuan pendanaan juga sangat tertolong oleh sosok ketua Yayasan Majelis Dzikir, Harris Thahir. “Dana seperti itu tidak terlalu besar bagi Pak Harris. Dia pengusaha yang memiliki infrastruktur perekonomian yang cukup mapan,” ujar dia.

Adapun bagi ulama yang berkecukupan, pelaksanaan umroh harus ditanggung sendiri dan yang bersangkutan bisa berangkat secara bersamaan dengan ulama yang memperoleh fasilitas. “Jadi kesimpulan yang ada dalam buku (Membongkar Gurita Cikeas, Di Balik Skandal Bank Century) George Junus Aditjondro tidak sepenuhnya benar,” tegas dia.

Damrizal menjelaskan, yayasan yang dibentuk pada  2005 itu juga kerap menggelar kegiatan sosial keagamaan di hampir seluruh provinsi di tanah air. Beberapa di antaranya adalah menyantuni anak yatim, memberikan beasiswa, menyantuni korban musibah alam hingga bantuan bagi sejumlah pondok pesantren.

Ide pendirian yayasan tumbuh dari kesadaran sejumlah ulama untuk menerjemahkan konsep nasionalisme religius. Konsep ini, kata Damrizal, diwujudkan dalam bentuk ritual dzikir dan aktivitas sosial. “Jemaah kami tidak pernah berpikir tentang uang. Kompensasi yang mereka cari hanyalah pahala,” ujar mantan Ketua Umum Relawan SBY yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini.

RIKY FERDIANTO

Saturday, December 12, 2009

Wiranto Minta Restu Abah Anom

Selasa, 29/06/2004 18:39 WIB

M. Munab Islah Ahyani - detikNews


Bandung - Restu kiai sangat penting bagi calon presiden dari Golkar Wiranto. Karena itu, Selasa (29/6/2004), Wiranto menemui pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya Abah Anom untuk meminta restu. Wiranto datang ke pesantren yang berada di Pageur Ageung, Tasikmalaya bersama kader Golkar Ruhut Sitompul dan Slamet Effendy Yusuf. Wiranto bersama rombongan menuju pesantren dengan helikopter. Saat datang, Wiranto disambutan ribuan orang yang sudah menantikan kedatangannya di halaman rumah Abah Anom itu. Kebetulan massa yang banyak berdatangan dari Jateng, Jatim, DKI, Palembang, Banten, Kalimantan, Singapura, dan Malaysia itu juga tengah datang untuk kegiatan manakiban atau pengajian bulanan. Wakil Sesepuh Ponpes Suryalaya, KH Zaenal Abidin Anwar yang menyambut kedatangannya menyatakan bahwa Wiranto selain sebagai capres, ternyata juga merupakan ikhwan Tarekat Qodriah Nasabandhiah. "Berarti Pak Wiranto ini juga merupakan murid Abah Anom," katanya. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh ikhwan tarekat itu untuk berdoa dan mendukung Wiranto agar bisa memimpin bangsa ini. "Mari kita doakan agar beliau mampu mengemban amanat ini," katanya disambut riuh oleh seluruh ikhwan yang hadir. Sementara itu, Wiranto menyatakan, hingga saat ini belum ada pemimpin yang mampu memberikan impian masyarakat yaitu suasana tentram, adil, aman dan sejahtera. "Keinginan masyarakat ini sebetulnya sangat sederhana yakni kenyang, tenang dan aman atau KTA. KTA ini yang diminta oleh masyarakat di berbagai daerah yang saya temui. Ini pun belum bisa diwujudkan," kata Wiranto. Karenanya, meski tugas itu diakuinya sangat berat dirinya telah mempersiapkan diri untuk memikul tugas itu. Seusai dari ponpes itu, Wiranto kemudian langsung terbang ke Palembang dan Jambi. (asy/)



Menag: Pemahaman Agama yang Lemah Penyebab Radikalisme

Selasa, 22/05/2007 23:25 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Radikalisme di sebagian masyarakat bisa muncul karena banyak hal. Salah satunya adalah karena lemahnya pemahaman agama. Mereka akan menjadi sasaran yang empuk bagi orang-orang yang bertujuan menyelewengkan ajaran agama atau mengajarkan paham-paham keagamaan yang sesat. "Umat yang lemah dari segi pemahaman biasanya mudah tergiur dengan bujukan material untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama. Termasuk tindakan redikalisme," ujar Menag Maftuh Basyuni. Hal itu disampaikan dia saat bersilaturahmi dengan ulama pesantren dan kyai Tarekat se-Indonesia, di Ponpes Almubarok, Medono, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (22/5/2007). Maftuh mengatakan, masyarakat yang memiliki pengetahuan agama yang lemah dari segi pengamalan perlu diberi sentuhan-sentuhan tasawuf atau penjelasan tentang himatut tasyri'. Sentuhan tersebut menurutnya, dapat mendorong mereka untuk memahami esensi dari perintah dan larangan agama secara lebih luas. Dari berbagai hasil penelitian, lanjut Maftuh, terungkap bahwa pengikut tarekat memiliki tingkat kesadaran menjalankan ibadah yang tinggi dan menampakan kesadaran moral yang tinggi pula. Kondisi itu merupakan suatu bentuk sumbangan yang berharga dalam rangka membangun moral bangsa secara umum. "Komitmen komunitas penganut tarekat seperti ini diharapkan senantiasa menjadi contoh penegakan nilai-nilai moral keagamaan dan penghayatan spiritual yang baik," ujar Maftuh. Maftuh jmenambahkan, tanggung jawab ulama ke depan semakin berat. Sebab masyarakat saat ini semakin terbuka terhadap pengaruh dari luar akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Peran ulama di lingkungan ponpes, tambah Maftuh, perlu dipertahankan. "Ulama adalah pendidik bagi santrinya, penyuluh bagi masyarakat, dan pembimbing bagi umat yang memerlukan nasehat, pertimbangan atau menghadapi masalah. Peran yang sudah berakar ini tak boleh ditinggalkan atau diabaikan," pungkasnya. (rmd/nvt)




Tuesday, December 8, 2009

Pendukung SBY Bertemu di Pekalongan

Rabu, 22/04/2009 13:46 WIB
Djoko Tjiptono - detikNews Jakarta - Pertemuan para elit politik semakin sering menjelang pilpres mendatang. Jika Megawati mengumpulkan para jenderal di Teuku Umar, pendukung SBY memilih bertemu di Pekalongan, di rumah tokoh kharismatik Habib Luthfi bin Yahya.

Sumber detikcom yang mengikuti pertemuan itu menyebutkan bahwa para tokoh yang hadir adalah tokoh-tokoh yang selama ini mendukung SBY. Mereka antara lain Muhaimin Iskandar, Akbar Tandjung, M Nuh, MS Kaban, Ahmad Mubarok, Dede Yusuf, dan sejumlah politisi Senayan.

Kehadiran para tokoh ini dibenarkan Akbar Tandjung. Menurutnya, para tokoh berkumpul untuk menjalin silaturahmi agar semakin dekat dan merayakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Di sini hadir juga Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Mubarok, M Nuh, MS Kaban, dan sejumlah teman di DPR," kata Akbar kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).

Untuk diketahui, Habib Luthfi bin Yahya asal Pekalongan ini merupakan tokoh tarekat yang pengikutnya berjumlah jutaan orang di seluruh Indonesia. Habib Luthfi selalu menjadi rujukan nasihat bagi para politisi dan masyarakat luas.

Benarkan pertemuan ini bertujuan mensolidkan barisan pendukung SBY agar lebih mudah dan lancar dalam memenangkan pilpres mendatang? Kita tunggu saja.

(yid/nrl)



Temui Dubes Palestina, JATMI Beri Dukungan

Friday, 9 January 2009 13:47
Source: http://www.gp-ansor.org/berita/temui-dubes-palestina-jatmi-beri-dukungan-2.html

Jakarta (GP-Ansor) : Sejumlah aktifis DPP JATMI [Jam’iyah Ahli Thoreqot Mu’tabaroh Indonesia] menemui Dubes Palestina, Fariz N. Mehdawi guna memberikan dukungan moral terhadap perjuangan bangsa Palestina yang sedang menghadapi gempuran Zionis-Israel. “Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menggalang dana dan bantuan sosial untuk Bangsa Palestina, dan memanjatkan do’a untuk kemaslahatan Bangsa Palestina dalam menghadapi agresi dari Israel.”
Demikian dikatakan Ketua umum DPP JATMI, KH. Drs. Nukman Muhasyim didampingi Ro’is Aam KH. DR. Maktub Effendi, Sekretaris umum KH. Drs. Munir Abas Bukhori, M.Pd dan pengurus lainya, Mastur Anwar yang juga aktifis Ansor usai menemui Dubes Palestina di Jakarat, 9 Januari 2009.
Ditambahkan KH Nukman, sebagai induk organisasi para pengamal thoreqot dan para sufi, JATMI menyampaikan bela sungkawa atas tragedi kemanusiaan yang dilakukan oleh aggressor Israel. ‘Karena itu JATMI Menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk memboikot produk-produk Negara yang membantu agresor Israel,” tambahnya.
Lebih jauh kata KH Nukman, JATMI sangat Prihatin, menyesalkan dan mengutuk keras atas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina dengan melakukan tindakan penyerangan, pembunuhan, pembantaian secara brutal dan tidak berprikemanusiaan. Oleh karena itulah, pihaknya memberikan simpati dan dukungan sepenuhnya atas perjuangan bangsa Palestina untuk menjadi Negara sendiri yang merdeka, berdaulat dan dapat menentukan nasibnya sendiri dalam percaturan dan pergaulan internasional, sejajar dengan bangsa-bangsa lain dimuka bumi.
Saat ditanya soal keberadaan dan posisi JATMI dilapangan, KH NUkman, mengakui JATMI merupakan organisasi para ulama pengamal thoriqoh dan tasawuf, meyakini bahwa umat manusia sedunia diciptakan oleh Allah SWT, untuk senantiasa berbuat kebajikan, menjaga persatuan, saling menyayangi sesama mahluq dan tidak menganiaya, membunuh ataupun memusnahkan.
Menurutnya, JATMI meyakini bahwa umat manusia diciptakan oleh oleh Allah SWT dalam keadaan merdeka, karenanya tidak dibenarkan bagi sekelompok orang ataupun suatu Negara untuk merampas kemerdekaan Negara lainnya. Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyyah Ahli THoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (DPP JATMI) sebagai bagian dari bangsa Indonesia, meyakini bahwa penjajahan dimuka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Karena itu, lanjut Nukman, misi JATMI adalah membawa rahmat bagi seluruh alam, merasa perlu untuk turut berpartisipasi menyerukan kebenaran dan menolak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan. Karenanya terkait dengan agresi militer secara sepihak yang dilakukan Negara Israel terhadap Negara Palestina.
Sementara itu, Sekretaris umum KH. Drs. Munir Abas Bukhori juga mendesak PBB, agar segera mengambil tindakan tegas dan menghentikan agresi dan kebrutalan Israel, dan memberikan peringatan kepada Negara Amerika Serikat dan sekutunya yang mengakibatkan terjadinya agresi tersebut. “KIta menyerukan kepada Negara-negara Islam yang berada di dunia khususnya yang berada di Timur Tengah agar segera mengambil langkah-langkah untuk membantu dan membela perjuangan bangsa Palestina,” tandasnya.
Sedangkan Rois Aam, KH. DR. Maktub Effendi, lebih fokus ke dalam negeri yang meminta kepada pemerintah Republik Indonesia , agar memberikan dukungan secara penuh kepada Bangsa Palestina serta memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan oleh Rakyat Palestina.
Hal yang sama juga dikatakan Mastur Anwar, yang meminta agar pemerintah Indonesia lebih konkret memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. Karena mereka saat ini sangat menderita dan butuh bantuan nyata. “Bukan lagi sekedar retorika belaka,” ujarnya Mastur yang juga kader dan aktifis Gerakan Pemuda Ansor. [eko]