Sunday, February 19, 2012

Miliki Puluhan Ribu Anggota, Banyak Digoda Politisi

TRIBUN TIMUR/Minggu, 24 Oktober 2010 | 01:03 WITA
KESETIAAN jamaah tarekat kepada mursyid (pembimbing) merupakan salah satu ciri khas ahlut tarikah (pengikut tarekat). Dalam ranah tarekat berlaku asas sami'na wa atha'na (tunduk dan patuh) pada titah guru atau mursyid. Kekhasan ini merupakan modal besar sekaligus ujian bagi para pemimpin tarekat.
Sebagai pemimpin lembaga yang berkhidmat untuk umat dan mengurus pengikut Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf, Ketua Umum Jam'iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary, Andi Tobo Khaeruddin, mengaku banyak menerima godaan dari dunia politik praktis.
Menurut Tobo, Sekretariat Jam'iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary, Jl Baji Bicara, Makassar, selalu didatangi politik dengan berbagai keperluan. Ada yang sekadar hadir berzikir hingga minta didoakan. "Kalau ada yang datang minta didoakan di sekretariat kita terima. Kita sangat terbuka. Tapi sekali lagi, kita tetap independen," kata Tobo di Balai Sidang 45, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Sabtu (23/10).
Khatib Aam Jam'iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary, Habib Syahruddin Assegaf Puang Muda, menjelaskan, jam'iyyah akan fokus pada upaya peningkatan akidah umat lewat gerakan dakwah di berbagai tempat.
"Kita telah membangun halaqah (komunitas) zikir di Borisallo, Parangloe, Gowa. Kita juga sudah membangun satu unit masjid. Selain itu, kita rutin melakukan dakwah di rumah-rumah jamaah," katanya.
Berdasar dari data base yang dihimpun, tercatat Jam'iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary pada tahun 2009 telah memiliki 24 ribu pengikut yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Dengan jumlah yang terbilang fantastis tersebut tentu Jam'iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary memiliki daya tarik tersendiri.
Atas dasar pemikiran tersebut, Ketua Umum Dewan Tanfidz Jam'iyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassary M Tobo A Hairuddin menegaskan bahwa organisasinya jauh dari afiliasi dengan partai politik tertentu.
Organisasinya lebih fokus melakukan pembinaan tauhid umat. Diharapkan dari kerja keras tersebut dapat melahirkan generasi pionir umat untuk membangun bangsa dan negara.
"Sesuai dengan azas organisasi, jam'iyah ini adalah murni organisasi sosial keagamaan, independen, dan tidak berafiliasi dengan parpol atau organisasi politik tertentu," kata Tobo.(syekhuddin/as kambie)

Friday, April 1, 2011

SYEKH MUSTAFA MAS’UD AL HAPPANI Jamaah Ahmadiyah Ikutilah Jalan Rasullullah SAW

Sabtu, 05/03/2011 15:38 WIB

padangmedia.com - PADANG- Jamaah Ahmadiyah tidak perlu dimusuhi. Masyarakat diminta agar tidak mudah terpancing dengan provokasi serta harus menghindari kemarahan.

“Pengambil kebijakan harus berupaya mengembalikan proporsionalitas kewarganegaraan Negara Indonesia yang merdeka dengan semangat kebebasan kepada Allah,” kata Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani usai melaksanakan Dzikir dan Tabligh Akbar di Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol Padang, Sabtu (05/03).

Dikatakan Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani, bahwa pengambil kebijakan diminta agar merangkul Jamaah Ahmadiyah secara bijak dan dengan berbagai pendekatan.

Perbedaan yang berkembang ditengah masyarakat, menurut Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani, merupakan fenomena kultural. Integrasi dan disintegrasi adalah hal biasa sebagai psikologi sosial ditengah masyarakat.

Jamaah Ahmadiyah adalah bangsa Indonesia dan hamba Allah. Mereka tidak pantas dihina. Sedangkan Allah bisa memuliakan mereka.

“Kalau soal pengadilan, biar Allah yang menentukan dan manusia tidak berhak menghakiminya,” ujar Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani.

Sejumlah kekerasan yang muncul terhadap kelompok tertentu menurut Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani, tidak lebih dari kelalaian. Akibat tidak segera diantisipasi. Untuk menghindari fenomena itu agar tidak muncul dan melebar. Para pengambil keputusan di pemerintahan harus berupaya mencegahnya. Sehingga tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

"Sebagai muslim yang benar dan bangsa Indonesia yang baik, apalagi sebagai muslim Indonesia terbesar di dunia, jangan mudah diadu domba dan terpancing dengan provokasi masalah yang kontroversial," terang Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani.

Syekh Mustafa Mas’ud Al Happani meminta kepada Jamaah Ahmadiyah agar tidak mengajarkan hal-hal yang dinilai tidak perlu seperti masalah sekunder dan tertier, akan tetapi yang perlu diajarkan adalah menyangkut akhlak dan moral sebagaimana diajarkan nabi Muhammad SAW. (musfah)

Ratusan Warga Padang Hadiri Dzikir dan Tabligh Akbar Maulid Nabi SAW

Sabtu, 05/03/2011 14:29 WIB

padangmedia.com - PADANG- Sekitar 500 warga Kota Padang mengikuti Dzikir dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di Ruang terbuka Hijau Imam Bnjol Padang,Sabtu (05/03.

Ketua Panitia pelaksana Erison AW mengatakan, kegiatan itu merupakan rangkaian terkahir setelah sebelumnya dilaksanakan kegiatan yang sama di dua tempat di Kota Padang.

“Kegiatan ini terselenggara atas bekerjasama dengan PWNU Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang yang diadakan Yayasan Makkani,” kata Erison AW kepada Padangmedia.com.

Sejak pelaksanaannya yang dimulai pukul 08.00 hingga 10.10 WIB, warga Kota Padang tampak antusias, terbukti mereka tetap bertahan ditengah terik matahari. Sambil mendengarkan tausiah dari Syekh Mustafa Ma’ud AL Happani dan Jibril Adda dari Lebanon.

Sementara itu dari pantauan Padangmedia.com, kebanyakan warga yang mengikuti dzikir dan Tabligh Akbar tersebut didominasi kaum ibu dan bapak-bapak. Sebahagian warga yang mengikuti terpaksa mencari tempat yang teduh untuk mengindari panas terik matahi, baik dibawah pohon pelindung maupun tribun yang ada telah disediakan. (musfah)

Syeikh Mustafa: Jangan Berangus Ahmadiyah Membabi-buta

Sabtu, 05 Maret 2011 - 15:30:06 WIB

Syeikh Mustafa Mas
Padang, KlikSumbar
Syeikh Mustafa Mas'ud dari Pesantren Darul Ulum Jombang mengatakan, pemerintah tidak perlu memberangus aliran Ahmadiyah secara membabi buta. Mestinya pemerintah dan masyarakat merangkul jemaah Ahmadiyah agar kembali ke jalan yang benar.
Syeikh Mustafa Mas'ud mengatakan hal itu di Padang, Sabtu (5/3) di Padang, seusai Dzikir dan Doa di Lapangan Imam Bonjol. Kata Syeikh ini, pemimpin harus bijak, dan merangkul sebagai aplikasi bahwa pengikut Ahmadiyah juga manusia.
Dikatakannya, apa yang terjadi saat ini, baik konflik ajaran Ahjmadiyah dengan umat Islam di tanah air, maupun konflik di Timur Tengah, ini adalah bagian dari keberhasilan provokasi Yahudi. "Itu semua provokasi Yahudi. Selaku umat bertaqwa kepada Allah SWT jangan sampai kita terprovokasi dan mengikuti permainan iblis," ujar Syeikh Mustafa, cucu ulama besar Kyai H. Romli Tamin.
Menurut Syeikh Mustafa, kebenaran ajaran Ahmadiyah hanya ada di pengadilan Allah. Manusia tidak punya kuasa mengatakan ajaran Ahmadiyah itu sesat dan harus disingkirkan dari republik ini. "Kembalilah kita kepada proporsionalitas yang menempatan sesuatu pada tempatnya, jangan memberikan penilaian dengan dasar sepotong-sepotong," ujar Mustafa.
. ( ADT/ )

Lafaz Dzikir Duo Syaikh Larutkan Seribu Orang

Sabtu, 05 Maret 2011 | 16:27:00 WIB
Lafaz Dzikir Duo Syaikh Larutkan Seribu Orang
Dua Syaikh beda bangsa, Syaikh Mustafa (Jombang-duduk) dan Syaikh Gibril (Lebanon-berdiri) satu lafas Dzikr dan Doa di lapangan Imam Bonjol Kota Padang Sabtu 5 Maret 2011. 
PADANG, BiNNews--- Cuaca terik di atas langit Imam Bonjol Sabtu (5/3) tak dihiraukan lebih seribu umat muslim yang berpakaian serba putih, mereka semua terlihat larut mendengar dan mengikuti alunan tausiah, dzikir dan sholawat, yang dipandu dua Syaikh besar ulama Sufi Ahlusunnah Wal Jamaa’ah berkeliber dunia.
Satu, Syaikh Mustafa Mas’ud putra Jombang Jawa Timur dan kedua Syeik Gibril Fouad Haddad berkebangsaan Lebanon kini berdomisili di Brunei Darussalam, duo syaikh ini memimpin Padang Berzikir diprakasai Yayasan Haqqani Indonesia, bekerjasama dengan PW NU Sumbar, Majelis Dzikir SBY Nurussalam Sumbar, Pemprov Sumbar, Pemko Padang, dan didukung FIF Syariah dan CV Hayati.
“Saudara-saudari yang kucintai, sehubungan harapan dan pinta kita kepada  Allah yang Maha Kuasa, mari kita jelang ampunan, anugrah, tuntanan, dan barakah dari-Nya. Mari sama-sama. Ikuti, Allah… Allah.... Allah… Allah......
Oh... Allah yang Maha Perkasa, kami ini adalah hambamu yg  lemah. Tapi Engkau pilih kami sebagai species yang berarti. Maha Besar Engkau Ya Allah. Dan kami lemah, tapi kau kuatkan dengan kebersamaan, persaudaraan dan kecintaan. Biarlah kami untuk selalu terhubungan dengan Mu Ya Allah. Dan permohonan kami yang utama adalah, hubungi kami dengan sumber ketentraman hidup. Yaitu rahmad dan berkah-Mu. Rahmad-Mu yang terbesar adalah Nabi Muhammad Salallahualai Asalam,” kata Syaikh Mustafa Mas’ud mengawali penampilannya.
Syaikh Mustafa Mas’ud tak asing lagi di Padang khususnya dan Sumbar umumnya, menurut Wakil Ketua Panitia Pelaksana Erdi Janur, Syaikh ini sering tampil di Kota Padang.
Pada pesan-pesan tausyiahnya, Syaikh Mustafa mengatakan, bahwa kemanusiawian kita tergambar dalam bentuk keterbatasan. Kebutuhan yang selalu mendera dari waktu ke waktu, tetapi untung kita memiliki Allah SWT yang kemurahan-Nya tiada henti diberikan kepada manusia. Buktinya, yang tidak  diminta pun diberikan  untuk manusia.
Usai tausiah dan dzikir, Syaikh Mustafa Mas’ud memberi kesempatan kepada Syeik Gibril Fouad Haddad yang banyak berbicara tentang masalah tarekat. Tausiah dibawakannya dalam bahasa arab yang diselang-selingi dengan bahasa Inggris, dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Syaikh Mustafa Mas’ud.
Tausiah, dzikir dan sholawat Sabtu pagi di lapangan Imam Bonjol dihadiri umat muslim berbagai kalangan, mulai dari pelajar  dan warga Kota Padang, sampai undangan dari Batam dan Surabaya. JUga lart dalam lafas Dzikir di anggung kehormatan seperti Ketua Pelaksana Prof. DR. H. Salmadanis, Gubernur Sumbar diwakili Asisten I Setda Prov. Sumbar dan Wawako Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. terlihat Kapolresta Padang, buya kondang H. Bagindo M Letter, pengurus PW NU Sumbar, pengurus Majelis Dzikir SBY Nurussalam, serta Majelis Taqlim Sumbar dan Kota Padang.
Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Erison A.W. kegiatan dzikir dan doa di Imam Bonjol Sabtru pagi, diadakan dalam rangkaian momentum Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H.
"Sebelumnya tiga kali dzikir dan doa kita lakukan 3 Maret 2011 di Lapangan Bola Kaki BBC Kelurahan Batuang Taba, 4 Maret 2011 di Masjid Istiqfar Kelurahan Parak Gadang. Dan hari ini puncaknya di Lapangan Imam Bonjol Padang,"ujarnya.
Menurut Erdi Janur doa dan dzikir juga untuk meminta kepada Sang Khalid agar menjauhi Kota Padang  dari terpaan bencana. "Karena janji Allah selagi terdengar alunan dzikir dan doa, maka daerah itu pasti dijauhi Allah dari bencana maupun azab lainnya,"ujar Erdi.(adrian)

Thursday, March 3, 2011

Fauzi Bowo Akan Resmikan Majlis Zikir Al-Fauz Pulau Seribu

Cetak E-mail
Selasa, 13 April 2010
Oleh: Alamsyah M. Dja'far
Active ImagePuloseribu.com-Pramuka. Gubernur Fauzi Bowo rencananya akan meresmikan Majlis Zikir Al-Fauz Kepulauan Seribu, Jumat ini (16/04). Kegiatan tersebut akan digelar di Masjid Al-Makmuriah Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Melalui pesan layanan pendek pada Jumat pekan lalu (9/04), kepada puloseribu.com Camat Kepulauan Seribu Selatan Satriadi Gunawan menjelaskan, selain dihadiri ribuan massa peresmian Al-Fauz akan pula dihadiri seluruh walikota dan camat se-DKI Jakarta. Rencana kedatangan Fauzi Bowo ini dibenarkan Zaini Miftah, salah seorang staf Humas Kabupaten Kepulauan Seribu yang dihubungi kemarin malam (12/04). "Betul, gubernur rencananya akan datang untuk meresmikan Majlis Zikir Al-Fauz," katanya.
Sebelum itu, Bang Foke, demikian sapaan akrabnya, juga dijadualkan akan menyambangai Pulau Harapan untuk melakukan monitoring kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Dalam struktur majlis yang memiliki sejumlah cabang hingga ranting di Jakarta itu, orang nomor satu di DKI Jakarta ini tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Majlis Zikir Al-Fauz.
Foto: fauzibowo.com

Gonzales dan Istri Mendalami Islam di Majelis Zikir An-Nur

Metro Siang / Sosbud / Sabtu, 18 Desember 2010 12:37 WIB

Metrotvnews.com, Gresik: Christian Gonzales atau Mustafa Habibie Gonzales sejak masuk Islam tahun 2003 mendalami kegiatan spiritual Islam di Majelis Zikir An-Nur di Gresik, Jawa Timur. Di sinilah pemain naturalisasi asal Uruguay ini mendalami Islam.

Majelis Zikir An-Nur berada di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo, Randu Agung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Majlis zikir ini dibangun Hajah Nur Hasanah tahun 2003 di atas lahan seluas seribu meter persegi.

Gonzales dan istrinya baru aktif mengikuti kegiatan majelis zikir ini tahun 2006. Ini dibenarkan oleh Hajah NUr Hasanah, pengsuh Majelis Zikir An-Nur. Majelis zikir ini setiap hari diisi kegiatan salat Duha dan khataman Alquran.

Sedangkan setiap hari Kamis selalu ramai dikunjungi para jamaah yang melakukan istighotsah dan zikir bersama. Jamaah lebih banyak berasal dari luar Gresik, yaitu dari Lamongan dan Sidoarjo. Majelis An-Nur ini sendiri menampung sekitar 200 jamaah yang sebagian besar adalah jamaah perempuan.(DOR)

PBNU Imbau Majelis Dzikir SBY Membubarkan Diri

Muhammad Saifullah - Okezone
Jum'at, 29 Januari 2010 15:12 wib
  0 Share00
Majelis Dzikir SBY (Foto: Demokrat.go.id)
Majelis Dzikir SBY (Foto: Demokrat.go.id)
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengimbau agar Majelis Dzikir Nurussalam SBY membubarkan diri apabila terbukti menerima kucuran dana Bank Century.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Lembaga Bathsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Arwani Faisal di Jakarta, Jumat (29/1/2010), seperti dilansir dari NU Online.

Kiai Arwani menyebut memang tidak ada salahnya seseorang atau sekelompok orang berdoa untuk mendoakan kelanggengan kekuasaan secara umum, namun tentu saja doa semacam ini tidak memiliki manfaat bagi umat secara keseluruhan.

“Bahkan jika memang terbukti terlibat dalam kegiatan-kegiatan menzalimi rakyat, hukumnya wajib bagi mereka untuk membubarkan diri. Karena adalah sebuah ironi jika sebuah doa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan diselenggarakan dengan dana yang berasal dari perkara-perkara haram,” tandas Kiai Arwani.

Lebih lanjut Arwani menegaskan, Majlis Dzikir SBY kebanyakan diikuti oleh orang-orang yang tidak memiliki kemampuan berpikir, sehingga pencitraan mereka menjadi cenderung mistik dan sinkretis.

“Artinya, keberadaan Majlis Dzikir SBY justru dapat menjadi bumerang bagi umat Islam karena mengesankan bahwa presiden terlibat dalam banyak kegiatan yang tidak rasional. Padahal citra SBY sekarang sedang dipertaruhkan. Saya khawatir justru semakin kontra produktif,” ujarnya.
(ful)

Tuesday, June 1, 2010

Penanganan Pornografi Bukan Hal Mubazir [Agama dan Pendidikan]

Jakarta, Pelita 1/6/2010




Pemimpin Jamiatul Muslimin Indonesia (Jatmi) KH Maktub mengatakan masayarakat janganlah menganggap penanganan masalah pornografi sebagai tindakan mubajir.


"Memerangi pornografi dari muka bumi tidaklah mudah, dan bukan merupakan perbuatan yang mubajir. Bukan hal tepat memperdebatkan pornografi sebagai penanganan masalah yang sia-sia," kata Pimpinan Jami'atul Muslimin Indonesia (Jatmi) KH Makhtub Effendi dalam rapat tentang penanganan pornografi di Itiglal Selasa (8/10).


Sementara Ketua Aliansi Masyarakat Anti Pornografi mengatakan untuk menangani masalah pornografi masyarakat harus menyatukan gerakan dari berbagai lapisan element agama, sehingga budaya pornografi tidak semakin merebak.


Maktub Effendi mengutip hadist Rasulullah SAW mengatakan apabila manusia melihat kemungkaran (pornografi) maka perangilah dalam tiga jenis, yakni, dengan tangan, lidah dan hati.


Bertindak dengan tangan dalam menangani dan memerangi masalah pornografi, yaitu dengan melalui bantuan aparat penegak hukum. Mereka dengan hukum yang ada akan bertindak secara tepat tentang definisi pornografi yang berkembang di masyarakat. Bertindak melalui lidah yaitu dilakukan oleh lembaga legislatif yang mempunyai wewenang dalam membuat Undang-Undang. Oleh karena itu dengan wewenang yang dimiliki mereka dapat membuat UU pornografi.


"Melalui lidah yakni dilakukan oleh masyarakat Islam ataupun agama lain dengan upaya berdoa kepada Tuhan, agar pornografi dihapuskan dari muka bumi," tambah Maktub


Sementara Maktub menjelaskan secara histori munculnya pornografi untuk menghancurkan generasi muda terjadi pada saat 800 tahun silam oleh raja Namrud, ketika ingin menghancurkan nabi Ibrahim. Iblis dengan berbagai cara dilakukan mempunyai kesulitan untuk menjerumuskan Ibrahim kedalam lautan api,.


Hal itu dilakukannya dengan mencampurkan arak kedalam minuman, selain itu Iblis juga memerintahkan kepada manusia melalui Namrud agar mereka telanjang, baik laki ataupun perempuan didepan Ibrahim. Melihat kondisi tersebut maka keadaan menjadi kacau dan kemaksiatan pun terjadi.


"Di saat ini pornografi telah membudaya di Indonesia, bahkan dikalangan muslim, dikarenakan Islam sebagai persaingan utama negara adikuasa setelah hancurnya kekuatan komunis Soviet," tegas Maktub


Sementara Pengurus KOWANI Syaiful Mukti mengatakan hal senada, bahwa pihaknya tidak pesimis apabila penanganan pornografi dikatakan sebagai hal yang mubajir. Mereka jangan melihat hasil yang akan dicapai. Adanya kegiatan yang dilakukan sejumlah element tertentu dalam memerangi pornografi tetap harus dilakukan untuk merangsang lembaga-lembaga lain dalam memerangi pornografi.


Menurut Syaiful pornografi merupakan hal yang sama bahayanya dengan narkoba, bahkan dampaknya lebih berbahaya dari narkoba. Pornografi yang bagaikan candu tersebut memiliki dampak yang terkait dengan orang lain. "Hal itu berbeda dengan pengguna narkoba yang cendrung merugikan diri sendiri," (m13)

JATMI Pro Anas Urbaningrum Oleh : Feery M | 14-Mei-2010, 23:17:36 WIB

KabarIndonesia - Pemilihan Ketua Kandidat Partai Demokrat akan berlansung dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, (Jawa Barat) pada tanggal 21 Mei 2010 mendatang.Sudah beberapa kandidat yang mencalonkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yakni Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie.

Pasalnya Dewan Pembina Partai Demokrat Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyukai tokoh seorang pemuda yang berbakat dan berpotensi serta semangat untuk mengembangkan jati dirinya untuk menjadi Ketua Umum Parai Demokrat. Dan Bapak Presiden bersifat pabrik figur bagi para kandidat calon Ketua Partai Demokrat serta tidak adanya unsur atau ukuran umtuk memihak dan memilih dari para kandidatnya.

Untuk para calon kandidat Ketua Partai Demokrat dari ketiga calon, yang sangat didukung oleh Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Al-Huda dan JATMI, hanya Anas Urbanungrum yang akan selalu mendukung. Kanjeng Pangeran Haryo KH. Drs. Nukman Muhasyim Jayakarta III mengatakan "Saya akan mendukung untuk Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, karena beliau mempunyai potensi yang tinggi, akhlak yang baik, sifat kebersamaan, serta gotong royong dengan para politik yang berdemokrasi," ujarnya.

Maka untuk itu dari semua para partai salah satu harus mempunyai generasi yang memiliki Leader yang tinggi, wawasan yang jauh serta akhlak yang bagus dan tidak kalah pentingnya hubungan dengan para Paratai politik lainya.

Para Kandidat mendeklarasikan di berbagi tempat untuk menunjukan kesemangatanya, keseriusannya dari para kandidat-kandidatnya,untuk meminta dukungannya dari para peserta Partai Demokrat pada waktu Konfrensi Kongres di Bandung (Jawa Barat).

Untuk itu Ketua Dewan Pendidikan Yayasan Al-Huda dan JATMI, Kanjeng Pangeran Haryo Nukman Muhasyim Jayakarta III mengatakan, sangat berterima kasih dengan adanya Konfrensi Kongres di Paratai Demokrat.

Ini adalah keinginan dari masyarakat yang mampu untuk mengembangkan amanat dalam rangka korupsi, yang terus dilakukan dengan secara menyeluruh agar dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik di dalam bangsa dan tidak dilihat hanya golongan yang tertentu. Semoga masyarakat dapat melihat demokrasi yang solid," ujarnya.

*Surau Suluk Induk di Rohul Diresmikan Diharapkan Jadi Pusat Tareqat Rokanhulu




Kamis, 08 April 2010 - 19:27:18 WIB
RAMBAH (rokanhulunews.com) - Dengan diresmikannya Surau suluk Syeh Ibrahim Al Khalidi Naqsabandi sebagai surau suluk Induk (sentral) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) oleh Bupati Rohul, Kamis (8/4) pagi, diharapkan surau suluk induk yang didirikan di Dusun Ngarai Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, difungsikan sebagai pusat kegiatan seluruh tareqat di Rohul.

Imbauan dan harapan itu dipaparkan Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, dalam sambutannya saat meresmikan Surau suluk Syehk Ibrahim Al Khalidi Naqsabandi sebagai surau suluk Induk di Rohul, yang dihadiri 3 ribu jamaah dan undangan dari Tareqat Bonjol Sumbar dihadiri 250 orang, Tapanuli Utara dan seluruh jamaah Tareqat Naqsabandi se Rohul.

Peresmian surau suluk induk juga dihadiri langsung Ketua Pusat Jamaah Tariqat Muktabarah Indonesia (Jatmi) KH DR Maktub Efendi, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H ashari MH, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Rohul Drs Abdul Ghafar Usman MSc, para Mursyid, Mursyidin serta jemaah tareqat di Rohul, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Camat, dan para kepala desa.

''Pembangunan surau suluk Induk ini sebagai bentuk menyatukan seluruh tareqat untuk bersama-sama melaksanan tawajjuh. Dimana dengan adanya surau induk tersebut, seluruh kegiatan persulukan bisa dilaksanakan. Sehingga nantinya tidak ada membedakan antara tareqat yang satu dengan yang lainnua, namun bagaimana seluruh tareqat di Rohul bersama-sama melakukan kegiatan mulai sesuai julukan Rohul sebagai negeri seribu suluk,'' terang Bupati.

Bahkan dengan diresmikannya surau suluk sentral, citra Rohul sebagai �Negeri Seribu Suluk� semakin dikenal serta diakui. Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Ir H Hafith Syukri sebagai pelaksanaan pembangunan surau suluk Syehk Ibrahim menjelaskan, surau suluk dibangun sejak tahun 2008 dari dana APBD Rohul mulai tahun 2008 sebesar Rp1,7 miliar, kemudian tahun 2009 sebesar Rp1,8 miliar dan untuk tahun 2010 ini dilanjutkan membangun rumah Mursyid dengan dana Rp1,1 miliar, hingga secara total dana keseluruhan yang dianggarkan mencapai Rp4,6 miliar.

Bupati juga menjelasakan, bahwa surau suluk yang dibangun Pemkab sendiri, saat ini baru bisa menampung 30 orang jemaah pria dan 30 orang jemaah wanita. Dimana tahun 2011 mendatang, ditargetkan surau mampu menampung 60 jemaah pria dan 60 jemaah wanita.

Ketua Pusat Jemaah Tarikat Muktabarah Indonesia (Jatmi) Jakarta KH DR Maktub Efendi dalam sambutanya menyatakan, walaupun zaman saat ini era digital dan modern, namun zikir dan ibadah harus tetap dilakukan. Apalagi Rohul yang dijuluki �Negeri Seribu Suluk� harus tetap dipertahankan.

''Kita salut atas kemauan keras Bupati Rohul membangun surau suluk dengan dana mencapai Rp5 miliar. Nantinya, surau suluk tersebut bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan terutama zikir, ini menunjukan bahwa sosok Bupati juga memperhatikan keagamaan di Rohul ini,'' ungkap Maktub Efendi.

Bupati juga menyatakan, dulunya surau suluk Syehk Ibrahim pernah berjaya pada saat didirikan. Kemudian ide Bupati selaku cucu dan keturunan Syehk Ibrahim dengan sesuai jabatan dan kemampuan, ingin mengembangkan kejayaan surau suluk dengan membangun surau suluk induk yang juga menggunakan nama Surau suluk Syehk Ibrahim.

Dalam acara peresmian itu, juga dilakukan pemotongan pita, sekaligus pembukaan papan nama surau suluk Syehk Ibrahim serta penyerahan kunci kendaraan operasional surau suluk Syehk Ibrahim. Bupati sendiri berharap, para Mursyid dan khalifah yang ada, untuk merundingkan agar melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan secara bersama.

''Nantinya diharapkan, tidak ada perbedaan sehingga dalam melaksanakan kegiatan di surau suluk induk bisa berjalan lancar,'' terang Achmad.(wan/fik*)

Thursday, May 27, 2010

DPP Jatman Tolak Pencalonan Hasyim Sebagai Rois Am


Hasyim Muzadi. TEMPO/Fransiskus S
TEMPO Interaktif, Makassar - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (Jatman) Idarah Aliyah Habib Toha menyatakan penolakannya kepada Hasyim Muzadi dalam pencalonan Rois Am Nahdlatul Ulama di Muktamar ke-32 Makassar.

Menurutnya sikap resmi DPP Jatman menolak Muzadi untuk dicalonkan menjadi Rois Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebab kata Toha, bukan tempatnya Muzadi menduduki Rois Am. Menurutnya masih banyak kiai-kiai yang lebih tua dan lebih cocok.
"Kami ingin agar Rois Am diberikan pada kiai yang lebih senior, " kata Habib Toha dalam jumpa pers di sekretariat Jatman Idarah Wustha (Pengurus tingkat Provinsi) Sulawesi Selatan, jalan Baji Bicara siang ini.
Sikap itu juga untuk mengklarifikasi pernyataan sikap DPP Jatman yang akan keluar dari NU jika Muzadi terpilih Rois Am NU yang dimuat di sejumlah surat kabar lokal dan nasional.  "Kami pengurus pusat hendak mengklarifikasi pernyataan Rais Am Jatman Habib Lutfi Bin Ali Yahya yang menyatakan akan keluar dari NU jika Muzadi menjadi Rois Am PBNU, " kata Habib Toha.
Toha didampingi oleh Ketua Dewan Mursyid Jam'iyah Khalwatiah Syekh Yusuf Al-Makassary Syaikh Abdurahim Assegaf Puang Makka, Sekjen Jatman Muhammad Masroni dan para jamaah tarekat Syekh Yusuf ini.
Ditambahkan Nasroni, bahwa masih banyak kiai-kiai yang menurut pengamatan Jatman lebih pantas, seperti Maimun Zubair, Mustafah Bisri, Zainuddin. "Kami kedepankan adat, hormati senior, " kata Sekjen Jatman ini.
Namun, kata Toha, tidak berarti setuju dengan pencalonan itu. Menurutnya Muzadi diakui punya banyak kelebihan, baik, bagus dan cerdas. Tapi secara adat istiadat di NU, mana kala masih ada yang lebih tua, berilah kepada yang lebih senior.
"Tua keilmuan, tua pengetahuan, tua dedikasi, " ujarnya.
Jatman memiliki 43 organisasi tarekat di Indonesia dan badan otonom NU lainnya, kata Sekjen Jatman Masroni sebenarnya tidak puas dengan Muktamar ini karena badan otonom ini tidak punya suara di Muktamar.

ABD AZIS

Friday, May 21, 2010

Kiai Djalil Dukung Wiranto-Gus Sholah, Diikuti 900.000 Jamaah PETA

 
Sabtu, 19 Juni 2004 15:41
Tulungagung, NU Online
Kiai Toreqot yang juga pimpinan Ponpes PETA (Pesulukan Toreqot Agung Tulungagung), KH Abdul Djalil Mustaqiem tak biasanya bikin manuver politik. Namun, menjelang Pilpres-Pilwapres, kiai kharismatik yang disegani ini tiba-tiba mengeluarkan statemen politik mendukung duet Wiranto-Gus Sholah. Manuver politik ini didasarkan hasil istikharoh Kiai Djalil yang juga dilakukan lima kiai terkenal lainnya. Dipastikan, dukungan ini bakal diikuti jamaah Toreqot PETA yang jumlahnya mencapai 900.000 orang di berbagai penjuru tanah air.
Dukungan terhadap pasangan Wiranto-Gus Sholah itu, Sabtu (19/6) siang diungkapkan Kiai Djalil dalam keterangan pers yang berlangsung di kediamannya Ponpes PETA Kelurahan Kauman, Kota Tulungagung, Jawa Timur. ''Ya, memang betul saya mendukung Wiranto. Sejak awal, saya sudah kenal Wiranto. Tapi, Wiranto belum kenal sama saya,'' ungkap KH Abdul Djalil Mustaqiem.
Menurut Kiai Djalil, dukungan yang disampaikan kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah semata-mata didasarkan hasil sholat istikharoh yang dilakukannya sebelum memasuki masa kampanye lalu. Selain dirinya yang istikharoh, KH Djalil juga memerintahkan lima orang kiai kenamaan lainnya untuk melakukan istikharoh. ''Alasan  mendukung Wiranto ya hasil istikharoh saya. Saya juga menyuruh lima kiai lain untuk bersitikharoh. Insya Allah, menurut hasil istikharoh, Wiranto jadi presiden,''kata Kiai Djalil tanpa bersedia menyebutkan nama lima kiai yang disuruh istikharoh itu.
Selain didasarkan hasil istikharoh, Kiai Djalil mengaku mendukung Wiranto karena Capres ini pernah menjabat sebagai komandan militer. Sementara, capres lainnya belum ada yang memiliki pengalaman seperti Wiranto. ''Dia (Wiranto) pernah menjadi komandan yang pernah disegani. Calon yang  lain kan belum ada yang pernah jadi komandan militer seperti Wiranto,'' kata Kiai Djalil.
Bagaimana dengan track record Wiranto yang dinilai kurang bagus dan disebut-sebut tersandung kasus pelanggaran HAM, Kiai Djalil tak banyak memberikan penjelasan. ''Lho, kiai saja yang kotor banyak, apalagi seorang pejabat,'' tandas kiai toriqot yang dikenal kharismatik dan memiliki santri di berbagai penjuru tanah air ini.
Mengapa Kiai Djalil dan santri-santri Toriqot PETA tidak diarahkan untuk mendukung KH Hasyim Muzadi  yang  berpasangan dengan Megawati. Padahal, KH Hasyim Muzadi menjabat sebagai Ketua Umum PB NU? ''Hasyim kan mencalonkan bukan atas nama NU, tapi atas nama pribadi. NU kan nggak mencalonkan. Malah, PKB yang mencalonkan Gus Sholah,'' tegasnya.
Ditanya apakah dukungannya kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah ini juga akan diinstruksikan dengan mengeluarkan fatwa kepada para santri Toreqot PETA? ''Tanpa diberitahu secara formal, santri-santri saya sudah mengerti semua. Nggak perlu juga saya mengeluarkan fatwa-fatwaan. Kalau saya sudah ngomong A, Insya Allah, santri-santri saya Insya Allah akan ikut semua,'' kata Kiai Djalil.
Diungkapkan, saat ini, Toreqot yang dipimpinnya memiliki jamaah sekitar 900.000 orang yang tersebar di berbagai penjuru. Meski tidak mengeluarkan fatwa, kata Kiai Djalil, santri-santrinya  secara 'gethok tular' akan menyampaikan pesan politiknya mendukung Wiranto-Gus Sholah. ''Jamaah saya 900.000 itu Insya Allah mengikuti saya. Ini belum termasuk simpatisannya,'' tegas Kiai Djalil.
Setelah mengeluarkan statemen politik mendukung duet Wiranto-Gus Sholah, kata Kiai Djalil, Ponpes PETA kini tertutup dikunjungi caprs-cawapres yang lain. ''Ya, tentu saja, sekarang ini saya nggak mau menerima kunjungan capres-cawapres yang lain. Nanti kalau mau dikira yang nggak-ngak. Untuk kunjungan dari calon lain, sekarang kami sudah tertutup,'' ujarnya.
Kiai Djalil tak akan kecewa seandainya pasangan Wiranto-Gus Sholah yang didukungnya nanti tidak terpilih menjadi Presiden-Wakil presiden.  ''Nggak apa-apa kalau tak terpilih. Saya kan hanya ingin menentramkan umat. Umat NU kan resah. Untuk menentramkan, saya buat himbauan seperti ini,'' kata Kiai Djalil.(kd-mhb)

600 Pria Zikir 3 Malam Keliling Kampung Besilam



Pos Metro Medan Selasa, 20 Oktober 2009
LANGKAT
PEMBUNUHAN Hj Basariah (65), Rabu (9/9) lalu, sepertinya sulit dilupakan masyarakat di perkampungan Babussalam, Besilam, Langkat. Karenanya, mereka tidak ingin peristiwa di Dsn II, Ds. Besilam, Kec. Padang Tualang, Langkat, itu terulang kembali.

Sebagai bentuk keprihatinan itu, mereka menggelar kembali tradisi yang telah diwariskan Syeikh Abdul Wahab Rokan kepada anak dan cucunya, yakni zikir berjalan keliling kampung. Dan itu telah dilaksanakan pada Jumat (16/10) hingga Minggu (18/10) lalu.

Zikir ini sendiri diikuti 600 jamaah khusus pria, dengan mengenakan pakaian wajib berwarna putih-putih. Sebelum ritual berjalan keliling kampung dilakukan, mereka terlebih dahulu berdoa dan zikir di makam Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan. Selain berzikir, dalam ritual tersebut, juga dilakukan azan dan doa di empat sudut kampung.

Yang menarik, selain berkeliling kampung, warga yang bermukim di perkampungan Babusslam tak diperkenankan membuka pintu ataupun jendela rumah mereka, selama ritual berlangsung. Tujuannya, agar warga terhindar dari mala petaka.

�Didalam zikir berjalan ini, selain berkeliling kampung, juga di lakukan Azan dan Doa terhadap 4 sudut kampung Besilam dan saat dilakukannya zikir berjalan, setiap rumah tidak dibenarkan membuka pintu dan jendela rumah mereka,� kata Khalifah Jamaluddin Khalik dan H.Ahyar Murni.

Ritual zikir yang sudah 11 tahun terakhir tidak dilaksanakan ini, dipimpin oleh Tuan Guru Syekh Tajuddin Al Mudawar. Usai zikir berjalan, para khalifah (pimpinan) ritual langsung kembali ke makam tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan. Di sini, mereka makan Bertih dan pisang Bantan secara bersamaan. Ini merupakan adat tradisi turun temurun penganut tariqat naqsabandi di perkampungan Besilam, Langkat.

�Tujuan dilaksanakan zikir ini adalah untuk mengusir segala marabahaya dari perkampungan Besilam Babussalam,� terang Syekh Tajuddin.(ndi/smg)

Tahlilan Seratus Hari Syekh Abdurrahman Rajagukguk Tuan Guru Imbau Jamaah Cermat Pilih Pemimpin

Cetak E-mail
Metro Siantar Senin, 10 Mei 2010

HATONDUHAN-METRO; Tuan Guru Persulukan Serambi Babussalam Hatonduhan, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban Al Rahamaniy Rajagukguk MA, mengimbau seluruh kaum Muslimin dan khususnya para jamaah Thariqat Naqsyabandiah agar cermat memilih pemimpin Simalungun kedepan. Sebab dia melihat banyak pemimpin bersemangat mengumbar janji dengan segudang program sesaat sebelum berkuasa, namun realitanya hanya janji tinggal janji.

Imbauan itu disampaikan Tuan Guru Syekh Muda Haji Ahmad Sabban Al Rahamaniy Rajagukguk, di sela-sela acara tahlilan seratus hari Allah Yarham Syekh Abdurrahman Rajagukguk, Jumat (7/5) malam, di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun. Dia pun mengajak semua kandidat bakal calon (balon) Bupati dan para pasangan calon Wali Kota yang beriktikad baik melakukan perubahan terhadap daerahnya agar dapat melakukan program-program yang terukur dan dapat memberikan perbaikan kesejahteraan terhadap masyarakat.
Menurut Syekh Muda Haji Ahmad Sabban, tidak perlu mengumbar janji dan merasa sudah pantas dan teruji dalam memimpin. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menampilkan sikap tawadhu rendah hati, tidak sombong dan tidak menghianati kepercayaan masyarakat.
Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi para pejabat di berbagai daerah di negeri ini. Keprihatinan itu terkait banyaknya para penguasa yang lupa dan mempermainkan amanah yang telah dibebankan dipundaknya. "Sangat wajar kemudian, kita sama-sama menyaksikan beberapa pejabat dan penguasa di berbagai daerah terjerat kepada urusan lembaga hukum, seperti kejaksaan atau KPK," sebut Syekh Muda Haji Ahmad Sabban.
Pada kesempatan itu, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban juga tidak terjebak dengan formalitas simbol-simbol agama, tapi sesungguhnya yang paling terpenting adalah bagaimana memilih pemimpin yang dapat mendukung kehidupan beragama yang harmonis dan kondisif serta mampu mensejahterakan masyarakatnya. Menurut dia, menjual isu-isu agama untuk komoditas politik adalah gaya politik pragmatis dan sempalan serta murahan. "Saatnya sekarang ini berlomba-lomba menunjukkan sikap politik yang mencerdaskan rakyat, santun, tidak munafik serta dapat menampilkan gaya kepemimpinan yang elegan. Soal ke mana dan siapa yang menjadi pilihan Wali Kota Siantar dan Bupati Simalungun, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban tidak mengarahkannya kepada jemaah. "Biarlah jamaah memilih dengan hati nuraninya serta mengharap petunjuk Allah Swt agar pilihannya tidak salah. Namun kepada jamaah yang tersebar di Siantar Simalungun, Syekh Muda Haji Ahmad Sabban berpesan agar memilih pemimpin berhati-hati dan jangan salah pilih.
Acara Berjalan dengan Hikmat
Meskipun acara Tahlilan seratus hari Allah Yarham Syekh Abdurrahman Rajagukguk hanya sebatas jamaah thatiqat naqsyabandiah, namun acara tersebut dihadiri ratusan jamaah dan berjalan penuh hikmat dengan alunan zikir yang menggema. Pada acara tahlilan, Tuan Guru mengajak pada jamaah agar senantiasa sungguh-sungguh melaksanakan zikir agar keutamaan zikir tersebut dapat diperoleh.
Hadir dalam acara para Khalifah yang berada di daerah Simalungun, Medan, Tebing Tinggi dan Langkat, serta para undangan dan kaum Muslimin yang berada di Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan Simalungun. Turut hadir Rombongan dari Tim JR-Nur (Calon Bupati-wakil Bupati Simalungun). (dro)

Sunday, May 16, 2010

 Ketua Pengurus Pusat P Jatman, KH Habib Thaha mengatakan, untuk menjadi Rais Aam, seseorang harus memenuhi kriteria di antaranya adalah ulama-ulama yang lebih tua, baik dalam segi usia, pengetahuan, ilmu, dedikasi, kebijaksanaan dan sebagainya. ‘’Pokoknya, tua dalam segala hal,’’ ujar Habib Thaha, saat jumpa pers di kediaman Pengurus Tarekat Khalwatiyah Sulsel, Abdurrahman Assegaf Puang Makka.

Sebelumnya, sejumlah media sempat melansir berita, jika Hasyim Musadi terpilih menjadi Rais Aam PBNU, beredar wacana para ulama-ulama tarekat NU akan menarik diri dari NU. Sekjen Jatman, KH Muhammad Masroni mengatakan, tak ada intrik pribadi antara PP Jatman dengan Hasyim Musadi. ‘’Namun jika ada sikap keras dari Rais Aam ulama-ulama tarekat, itu merupakan wujud kecintaan ulama pada NU,’’ ujar Masroni di Makassar, Senin (22/3).

Para ulama-ulama tarekat tersebut menyampaikan, bahwa NU diharapkan bisa menampung aspirasi warganya. Masroni mengatakan, pada periode yang sudah lalu, NU banyak diarahkan ke hal-hal yang tidak seharusnya seperti masalah politik. ‘’Yang kita inginkan, NU kembali ke Khittah 26, yakni membangun kembali bidang kemasyarakatan, pendidikan, bukan ke politik,’’ ujarnya.

Menurutnya, seorang Rais Aam NU, haruslah bisa menjadi panutan bagi seluruh kader NU di mana saja. Tugas pembangunan kemasyarakatan, janganlah dikesampingkan dan malah dilarikan ke ranah politik. Masroni yang didampingi sejumlah ulama tarekat lainnya, mengakui jika ada kekhawatiran, NU akan mengarah ke sana. Namun ia membantah jika ulama-ulama tarekat disebut akan keluar dari NU. (Red: siwi/Rep: Andina)

Wednesday, March 3, 2010

Whirling Dervish

Friday, February 12, 2010

Gerimis Hiasi Acara Zikir SBY di Monas

Sabtu, 13/02/2010 08:05 WIB
Nograhany Widhi K - detikNews
 Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini menghadiri zikir bersama di Monas. Hujan gerimis pun menghiasi zikir yang dihadiri ribuan orang ini.

Pantauan detikcom di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2010) ada 3 panggung yang didirikan di Monas bagian selatan. Panggung paling besar berukuran 5x7 meter setinggi 180 cm diletakkan di sisi Monas, tepatnya menghadap gerbang Monas dekat bundaran Patung Kuda.

Sedangkan dua panggung lainnya lebih kecil berukuran 3x3 meter diletakkan serong menghadap panggung besar itu.

Panggung paling besar ditempati para habaib yang akan memimpin zikir, dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Tampak hadir di antaranya Mensesneg Sudi Silalahi, Menpora Andi Mallarangeng, Menkokesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mendiknas  M Nuh.

SBY tiba sekitar pukul 08.00 WIB mengenakan pakaian koko putih dan berpeci. Sementara, Ani Yudhoyono berbalut pakaian serba putih. Kedatangan keduanya disambut salawat badar.

Gerimis di Monas mulai turun pada pukul 07.10 WIB hingga pukul 07.45 WIB gerimis masih mengguyur. Sehingga para jamaah di tanah lapang membuka payung dan sebagiannya lagi pasrah diguyur air.

"Pindahkan hujan dari tempat ini. Jadikan tempat ini tempat yang maslahat bagi kami," ujar salah satu habaib yang memimpin.

"Amiin," sahut jamaah serempak.

Zikir yang bertema 'Berzikir untuk Indonesiaku' ini diadakan oleh Majelis Dzikir SBY Nurussalam, Majelis Dzikir Nurul Musthofa dan Forum Habib Nasional.
(nwk/mad)

Thursday, January 28, 2010

Buku Biografi Alm KH Nawawi Diluncurkan

19/08/2008

Purworejo, CyberNews. Sedikitnya 25.000 orang memadati komplek Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo, Selasa. Mereka yang berasal dari wali santri, alumni, dan jamaah tariqah ini datang untuk menghadiri laucing buku biografi almarhum KH Nawawi.
KH Nawawi merupakan salah satu tokoh penting di balik berdirinya Jam'iyyah Thariqah Mu'tabarah yang juga pendiri pesantren tersebut. Laucing buku biografi itu dilakukan bersamaan dengan haul dan khataman santri sebelum memasuki bulan Ramadan.

Buku setebal 183 halaman itu disusun oleh penulis yang tergabung tim Pondok Pesantren An Nawawi. Tim itu terdiri dari Wakil Bupati Drs Mahsun Zain, Sahlan SAg MSi, dan Muhammad Ali Rosidin SPd I.
Biografi yang diberi judul 'Mengenal KH Nawawi Berjan Purworejo, Tokoh di Balik Berdirinya Jam'iyyah Ahli Thariqah al-Mu'tabarah itu diberi pengantar oleh dua orang kiai yang sudah sangat terkenal. Yakni KH Ahmad Idris Marzuqi, pengasuh pondok Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dan pengasuh pondok Sarang, Rembang, Jawa Tengah, KH Maemoen Zubair.
Dalam kata pengantarnya, KH Ahmad Idris Marzuqi mengungkapkan, KH Nawawi merupakah mursyid Thariqat Qadiriyah/Naqsyabandiyah yang mengawali karir pengabdiannya dengan menimba ilmu di sejumlah pesantren di Jateng dan Jatim. "Almarhum adalah sosok yang sederhana. Sebuah sikap yang diwarisi dari ayahnya KH Shiddiq bin Zarkasi," katanya.
Disebutkan, KH Nawawi merupakah salah satu kiai yang memprakarsai terselenggarakan Kongres I Alim Ulama Thariqat Qadiriyah/Naqsyabandiyah pada tahun 1957. Kongres itulah yang menandai berdirinya Jam'iyyah Thariqah Mu'tabarah.
Sementara itu, KH Maemoen Zubair mengatakan, buku biografi tersebut sangat perlu untuk menjadi bacaan para muslim dan muslimat ahli sunnah wal jama'ah. "Utamanya para ahli thariqah al-mu'tabarah," katanya.
Pengasuh Pondok An Nawawi Berjan, KH Chalwani mengungkapkan, ditulisnya buku tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kepada jama'ah thariqah. "Dalam buku ini banyak diuraikan ajaran-ajaran KH Nawawi yang harus kita teladani. Juga menguraikan kiprahnya di balik berdirinya Jam'iyyah Ahli Thariqah al-Mu'tabarah," katanya.
Salah satu penulis, Muhammad Ali Rosidin mengungkapkan, buku tersebut pertama kali cetak sebanyak 10.000 eksemplar. "Setiap eksemplarnya dijual dengan harga Rp 25.000. Hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan masjid," katanya.


Makam Mbah Dur Dipadati Manusia

Jumat, 28 Desember 2007 Dari Temu Alumni Pesantren Futuhiyyah (2-Habis)

PAGI-PAGI sekali masyarakat dari berbagai daerah sudah berduyun-duyun ke pesarean Mbah Dur (KH Abdurrahman bin Qasidil Haq). Di tempat itu juga terdapat makam KH Ahmad Muthohar, KHMS Lutfil Hakim dan KH Abdurrahman, KH Mohammad Ridlwan dan lain-lain.
Mereka yang kebanyakan mursyid dan santri thoriqoh Qadiriyah Naqsabandiyah secara bersama-sama langsung menggelar tahlil dan yasin. Seolah-olah batu nisan di tempat itu tidak terlihat lagi saking padatnya oleh kerumunan manusia yang berkirim doa.
Mendekati azan zuhur, upacara haul Mbah Dur baru dimulai. Diawali dengan laporan Ketua Alumni KH Abdullah Adib Masrukhan Lc dan sambutan pengasuh pondok KH Hanif Muslih Lc. Sedang tausiyah disampaikan KH Tefur Mawardi dari Purworejo.
Gubernur Ali Mufiz pada kesempatan itu mengingatkan pentingnya keberadaan pondok pesantren dijaga. ''Pesantren ini sebagai benteng penjaga akhlak dan moral,'' tegas Ali Mufiz. Pendidikan agama yang diberikan di lembaga pendidikan menurutnya, porsinya sangat terbatas. Di pondok pesantrenlah penempaan akhlak dan kepribadian maksimal bisa dilakukan.
Menurut Gus Adib, Mbah Dur lahir di Kampung Suburan, Mranggen Demak tahun 1872M. Dialah yang melahirkan ulama besar KH Muslih yang tidak lain ayah KH Hanif Muslih. Mbah Dur pernah menjadi santri Kiai Sholeh Darat Semarang, KH Ibrahim Brumbung Mranggen.
Dari kiai inilah Mbah Dur mengaji ilmu Thoriqoh Qadiriyah Naqsabandiyah. Bahkan ia diwisuda menjadi khalifah thoriqoh setelah lulus ujian.
Dalam buku sejarah Futuhiyyah disebutkan, suatu hari Kiai Ibrahim berkata, ''Barang siapa yang nanti tidak batal shalatnya maka dialah yang berhak menyandang khalifah''. Benar juga, pada saat shalat jamaah berlangsung, para santri melihat ular besar merayap dari simbah KH Ibrahim menuju para santri yang jadi ma'mum.
Mereka lari tunggang-langgang dan otomatis batal shalatnya. Kecuali Mbah Dur yang tetap khusyuk meneruskan shalat sampai selesai. Akhirnya dialah yang diwisuda menjadi khalifah thoriqoh. Ia meninggal pada 20 zulhijjah 1360H (tahun 1941M) dalam usia 70 tahun.
Orang Mranggen
Pada kesempatan itu Kiai Hanif mengumumkan pengurus alumni Futuhiyyah masa hidmah 2007-2012 (Ittihadu Khirriji Futuhiyyah). Sayangnya pada jajaran pengurus inti (harian) diisi orang-orang Mranggen. Sedang alumni yang jauh tempat tinggalnya seperti di Samarinda, Pontianak, Jakarta, Lamongan, Sidoarjo, Ciamis, Sumatra dan lain-lain ditempatkan sebagai koordinator wilayah dan bidang-bidang.
Nama-nama alumni seperti Dr KH Taufiq Prabowo Lc DEA Malang, Prof Dr Muhibbin Noor MA, Dr KH Ahmad Munif MA, Prof Dr Qodry Azizy MA, Prof Dr Masykuri Abdillah MA dan lain-lain berada di posisi Dewan Pakar. Menurut Gus Munif pertimbangan rapat formatur menempatkan orang-orang Mranggen di pengurus harian karena latar belakang kepraktisan saja dan tidak membebani tugas alumnus yang punya kesibukan masing-masing. ''Sumbang pikiran dan komunikasi tetap kami butuhkan dan kami harapkan,'' tuturnya.
Karena Futuhiyyah sebagai peninggalan KH Abdurrahman bin Qasidil Haq dan KH Muslih Abdurrahman telah berkembang pesat menjadi lembaga pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat, para alumni diharapkan terus memberikan kontibusi untuk pengembangan Futuhiyyah ke depan. (Agus Fathuddin Yusuf-16)