Sunday, May 16, 2010

 Ketua Pengurus Pusat P Jatman, KH Habib Thaha mengatakan, untuk menjadi Rais Aam, seseorang harus memenuhi kriteria di antaranya adalah ulama-ulama yang lebih tua, baik dalam segi usia, pengetahuan, ilmu, dedikasi, kebijaksanaan dan sebagainya. ‘’Pokoknya, tua dalam segala hal,’’ ujar Habib Thaha, saat jumpa pers di kediaman Pengurus Tarekat Khalwatiyah Sulsel, Abdurrahman Assegaf Puang Makka.

Sebelumnya, sejumlah media sempat melansir berita, jika Hasyim Musadi terpilih menjadi Rais Aam PBNU, beredar wacana para ulama-ulama tarekat NU akan menarik diri dari NU. Sekjen Jatman, KH Muhammad Masroni mengatakan, tak ada intrik pribadi antara PP Jatman dengan Hasyim Musadi. ‘’Namun jika ada sikap keras dari Rais Aam ulama-ulama tarekat, itu merupakan wujud kecintaan ulama pada NU,’’ ujar Masroni di Makassar, Senin (22/3).

Para ulama-ulama tarekat tersebut menyampaikan, bahwa NU diharapkan bisa menampung aspirasi warganya. Masroni mengatakan, pada periode yang sudah lalu, NU banyak diarahkan ke hal-hal yang tidak seharusnya seperti masalah politik. ‘’Yang kita inginkan, NU kembali ke Khittah 26, yakni membangun kembali bidang kemasyarakatan, pendidikan, bukan ke politik,’’ ujarnya.

Menurutnya, seorang Rais Aam NU, haruslah bisa menjadi panutan bagi seluruh kader NU di mana saja. Tugas pembangunan kemasyarakatan, janganlah dikesampingkan dan malah dilarikan ke ranah politik. Masroni yang didampingi sejumlah ulama tarekat lainnya, mengakui jika ada kekhawatiran, NU akan mengarah ke sana. Namun ia membantah jika ulama-ulama tarekat disebut akan keluar dari NU. (Red: siwi/Rep: Andina)

No comments:

Post a Comment