Tuesday, January 19, 2010

Habib Lutfi: Jam’iyyah Tarekat Tak Boleh untuk Kepentingan Politik


Sabtu, 28 Juni 2008 19:21
Jakarta, NU Online
Jamaah tarekat merupakan salah satu kelompok yang dikenal sangat solid dan patuh terhadap perintah dari para pemimpinnya, atau biasa disebut mursyid dalam dunia tarekat. Keadaan ini tentu menjadi godaan para politisi untuk memanfaatkannya sebagai lumbung suara.

Namun demikian, Rais Aam Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Lutfi bin Ali bin Yahya menegaskan organisasi ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik.

Kekhawatiran akan intervensi fihak luar tersebut diungkapkannya dihadapan peserta munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (28/6).

“Kita harus menjaga keuntuhan jamaah tarekat dari kepentingan politik. tetapi jam’iyyah tarekat tidak menghalangi hak individu anggotanya untuk memilih aspirasinya, asal tidak membawa nama jamiyyah, wadah ini harus tetap utuh,” katanya

Pentas Pilkada ini, menurutnya harus dimanfaatkan untuk menambah wawasan kebangsaan dan keagamaan bagi para anggota jam’iyyah tarekat, bukan malah menimbulkan kemunduran.

“Kita harus bisa memberikan keteladanan untuk umat dan bangsa yang berada dalam dahaga,” katanya.

Ia juga mengakut tidak setuju dengan golput yang saat ini marak dilakukan oleh masyarakat dalam Pilkada. Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya guna menentukan pemimpin yang diharapkan bisa menyelamatkan bangsa dan daerahnya. (mkf)

No comments:

Post a Comment